faktakalbar

Demo Anti-Korupsi di Manila Berakhir Ricuh, Protes Mega-Proyek Fiktif Senilai Miliaran Dolar

Penulis: Redaksi Monday, 22 September 2025 📖 1 menit
Demo Anti-Korupsi di Manila Berakhir Ricuh, Protes Mega-Proyek Fiktif Senilai Miliaran Dolar
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Aksi demonstrasi anti-korupsi di Manila, Filipina, yang diikuti puluhan ribu warga, berubah menjadi ricuh pada Minggu, (21/9/2025). Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi saat massa mencoba mendekati Istana Malacañang. Baca Juga:  Kodam Tanjungpura Pastikan Oknum Anggota TNI Pemukul Driver Ojol Diproses Hukum Menurut laporan Inquirer , demonstran yang sebagian besar mengenakan pakaian hitam dan topeng menyerbu Jembatan Mendiola . Mereka berhadapan dengan barisan polisi, dengan beberapa demonstran mengibarkan bendera Filipina dan bendera Jolly Roger dari anime One Piece . Kerusuhan semakin memanas ketika demonstran melempari polisi dengan batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan. Sebuah trailer mobil terlihat terbakar di atas jembatan, dan massa juga mencoba membakar kendaraan lain. Suasana di lokasi dipenuhi bau bensin, asap, teriakan, dan sirene. Polisi berhasil mengendalikan situasi dan menangkap sekitar 10 perusuh. Beberapa petugas polisi dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. Kemarahan Publik Akibat Skandal Korupsi Ribuan warga Filipina turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan atas skandal mega-proyek pengendali banjir fiktif yang diperkirakan merugikan negara hingga miliaran dolar. Skandal ini menjadi sorotan publik sejak Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyinggungnya dalam pidato kenegaraan pada Juli lalu, menyusul serangkaian banjir mematikan di negara tersebut. Kemarahan publik ini menyebabkan Ketua DPR Martin Romualdez , sepupu Presiden Marcos, mengundurkan diri dari jabatannya minggu lalu setelah penyelidikan resmi dimulai. Awal bulan ini, salah satu pemilik perusahaan konstruksi menuduh hampir 30 anggota DPR dan pejabat Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (DPWH) menerima suap. Departemen Keuangan Filipina memperkirakan kerugian akibat praktik korupsi proyek banjir sepanjang 2023-2025 mencapai 118,5 miliar peso (sekitar 2 miliar dolar AS), sementara Greenpeace memperkirakan kerugian sebenarnya bisa mencapai 18 miliar dolar AS. Menanggapi unjuk rasa tersebut,  Senin, (22/9/2025), Presiden Marcos menyatakan bahwa ia "sama sekali tidak menyalahkan" rakyat yang turun ke jalan. Namun, ia mengimbau agar demonstrasi berlangsung damai. Militer Filipina juga telah ditempatkan dalam status " red alert" sebagai langkah antisipasi. Baca Juga:  BREAKING NEWS! Driver Ojol Dipukul Diduga Oknum TNI, Ratusan Ojol Geruduk Polresta Pontianak dan Mapomdam (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK