Ekspor Sawit dan Kopi ke AS Kini Bebas Tarif
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Airlangga Hartarto
,
membawa kabar gembira bagi sektor perkebunan nasional.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyepakati bahwa
ekspor sawit dan kopi
Indonesia ke negara tersebut kini mendapat fasilitas bebas tarif.
Kesepakatan penting ini tercapai setelah kedua negara melakukan perundingan lanjutan mengenai perdagangan bilateral.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi industri dalam negeri,
khususnya yang sebelumnya cemas akan ancaman tarif resiprokal 19 persen.
Baca Juga:
Abaikan Klaim Damai Trump, PM Thailand Bersumpah Lanjutkan Gempuran ke Kamboja: “Sampai Tak Ada Ancaman”
Airlangga menegaskan bahwa AS memberikan perlakuan khusus untuk sejumlah komoditas unggulan tanah air.
"AS memberikan pengecualian kepada tarif produk unggulan kita seperti minyak sawit,
kopi,
teh,
" kata Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Washington,
Selasa kemarin.
AS Incar
Mineral Kritis
RI
Namun,
Airlangga mengungkapkan bahwa kesepakatan ini tidak bersifat satu arah.
Sebagai timbal balik atas pembebasan tarif
ekspor sawit dan kopi
,
AS meminta akses terhadap sumber daya mineral Indonesia.
"Dan AS sangat berharap untuk mendapatkan akses terhadap
critical mineral
(Indonesia),
" ucap Airlangga.
Mineral kritis (
critical mineral
) seperti
nikel
,
aluminium,
dan litium memang memegang peran vital dalam perekonomian dan pertahanan masa depan.
Pemerintah AS memandang komoditas ini sangat strategis karena rentan gangguan pasokan dan sulit tergantikan.
Kerja sama ini bersifat komersial dan strategis yang bertujuan menguntungkan ekonomi kedua negara secara seimbang.
Prabowo-Trump Bertemu Januari 2026
Tindak lanjut dari kesepakatan ini akan segera memasuki tahap finalisasi dokumen.
Airlangga telah bertemu dengan
Ambassador United States Trade Representative
(USTR),
Jamieson Greer,
untuk menyepakati tenggat waktu penyelesaian teknis.
Targetnya,
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump akan menandatangani dokumen
Agreement on Reciprocal Trade
(ART) sebelum akhir Januari 2026.
"Pada minggu kedua Januari 2026 tim teknis Indonesia dan AS akan melanjutkan kembali pertemuan teknis untuk legal scrubbing,
serta clean up dokumen yang ditargetkan selesai dalam satu minggu dan target waktunya antara tanggal 12-19,
" jelas Airlangga.
Baca Juga:
Amerika Serikat Selidiki Dugaan Dumping dan Subsidi pada Kayu Lapis Indonesia, Kemendag Beri Pendampingan
Ia optimis seluruh proses akan rampung tepat waktu sehingga kedua kepala negara dapat bertemu sesuai jadwal.
"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan,
maka diharapkan sebelum akhir Januari akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump,
" tambahnya.
Saat ini,
pihak Gedung Putih tengah mengatur jadwal yang paling pas untuk pertemuan tingkat tinggi tersebut.
(*Sari)
Tag:
#ekspor sawit dan kpi
#bebas tarif AS
#airlangga hartanto
#mineral kritis Indonesia
#kabar sawit kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.