Misi Pertama 2026, F-35 Norwegia Cegat "Beruang" Rusia di Langit Kutub Utara
Faktakalbar.id, OSLO
–
Angkatan Udara Norwegia
langsung tancap gas di awal tahun 2026.
Dua jet tempur siluman
F-35 Lightning II
dikerahkan dari Pangkalan Udara Evenes untuk mencegat dan mengidentifikasi pesawat patroli maritim Rusia,
Tu-142 Bear-F
, yang beroperasi di wilayah udara internasional lepas pantai Norwegia, Selasa (06/01/2026).
Baca Juga:
Trump Ingin Caplok Greenland, NATO Buka Suara
Pengerahan ini merupakan bagian dari misi
Quick Reaction Alert
(QRA) NATO yang rutin dilakukan untuk menjaga kedaulatan udara aliansi di kawasan
High North
(Utara Jauh).
Pihak Angkatan Udara Norwegia mengonfirmasi bahwa insiden tersebut berlangsung secara profesional dan aman, di mana pesawat Rusia tetap berada di wilayah udara internasional sepanjang pertemuan.
Insiden pada 6 Januari ini tercatat sebagai intersepsi QRA pertama yang dilakukan Norwegia pada tahun 2026.
Mayor Jenderal Tron Strand, Kepala CAOC Bodø (Pusat Operasi Udara Gabungan), menegaskan pentingnya misi ini sebagai bukti kendali Norwegia di wilayah utara.
Baca Juga:
Perkuat Intelijen Tempur, Grup 5 Kopassus Kini Dilengkapi Drone Canggih V-Bat
"Kesiapan QRA menunjukkan kemampuan kami untuk menegakkan kedaulatan, baik di wilayah udara nasional maupun NATO
," ujar perwakilan Angkatan Udara.
Secara statistik, aktivitas militer di kawasan ini terbilang stabil namun intens.
Sepanjang tahun 2025, F-35 Norwegia tercatat melakukan 41 kali penerbangan QRA dan berhasil mengidentifikasi 53 pesawat militer Rusia.
Angka ini menunjukkan pola aktivitas penerbangan jarak jauh Rusia yang berkelanjutan dan terprediksi, alih-alih eskalasi mendadak.
Dalam misi QRA, F-35 Norwegia tidak hanya terbang untuk "parade".
Pesawat canggih ini terbang dalam konfigurasi tempur penuh, dilengkapi meriam internal 25 mm serta rudal udara-ke-udara jarak pendek dan menengah.
Dilengkapi sensor generasi kelima, F-35 mampu memberikan gambaran situasi udara yang komprehensif meski dalam kondisi cuaca ekstrem Kutub Utara.
Sementara itu, Tu-142 Bear-F yang dicegat merupakan pesawat patroli maritim jarak jauh dan anti-kapal selam andalan Armada Utara Rusia.
Kehadiran pesawat ini di Laut Norwegia merupakan bagian rutin dari postur strategis Rusia untuk pengawasan domain maritim.
(ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.