faktakalbar

Google Rilis Fitur Anti-Maling Baru di Android: Lindungi Data Perbankan dari Pembobolan Meski PIN Diketahui

Penulis: Dimas Thursday, 12 February 2026 📖 2 menit
Google Rilis Fitur Anti-Maling Baru di Android: Lindungi Data Perbankan dari Pembobolan Meski PIN Diketahui
Faktakalbar.id, TEKNO – Google kembali memperkuat sistem keamanan pada ekosistem Android dengan meluncurkan serangkaian fitur anti-maling terbaru. Pembaruan yang diumumkan pada Selasa (27/1/2026) ini dirancang untuk memberikan perlindungan berlapis, tidak hanya menjaga fisik ponsel, tetapi juga mengamankan data pribadi dan keuangan pengguna dari upaya pembobolan. Baca Juga: Android Rilis Fitur Anti-Maling Terbaru 2026: Lindungi Data Perbankan dan Persulit Akses Pencuri Dalam keterangan resminya, Google menyatakan bahwa fitur-fitur ini dibangun untuk membuat perangkat Android menjadi target yang jauh lebih sulit bagi para pelaku kriminal. "Pembaruan ini dirancang untuk memberikan Anda ketenangan pikiran yang lebih besar dengan membuat perangkat Anda menjadi target yang jauh lebih sulit bagi penjahat," tulis pihak Google. Perluasan Fitur Identity Check Salah satu pembaruan utama adalah perluasan fitur Identity Check. Fitur yang awalnya diperkenalkan pada 2025 ini mengharuskan verifikasi biometrik (sidik jari atau pemindaian wajah) saat pengguna melakukan tindakan sensitif di luar lokasi tepercaya ( trusted location ). Kini, perlindungan tersebut mencakup seluruh aplikasi yang menggunakan verifikasi biometrik, termasuk aplikasi perbankan pihak ketiga serta Google Password Manager . Artinya, meskipun pencuri berhasil mengetahui PIN atau pola ponsel Anda, mereka tetap tidak akan bisa mengakses rekening bank atau kata sandi yang tersimpan tanpa verifikasi biometrik pemilik asli. Baca Juga: File Audio Bisa Bajak HP Android Tanpa Disentuh Mekanisme Kunci Layar yang Lebih Pintar Bagi pengguna perangkat dengan sistem operasi Android 15 ke atas, Google menghadirkan kontrol baru pada fitur Failed Authentication Lock. Sistem ini akan mengunci layar secara otomatis jika mendeteksi upaya otentikasi gagal yang berlebihan secara berturut-turut. Menariknya, Google juga memperpanjang durasi pemblokiran ( lockout time ) untuk mempersulit pencuri menebak PIN secara manual. Namun, sistem ini cukup cerdas untuk tidak menghitung tebakan salah yang identik sebagai upaya pembobolan, guna mencegah ponsel terkunci secara tidak sengaja oleh anak-anak. Inovasi Remote Lock untuk Android Lama Google juga memberikan perhatian bagi pengguna perangkat lama ( Android 10 ke atas) melalui peningkatan fitur Remote Lock. Fitur yang dapat diakses melalui android.com/lock ini sekarang dilengkapi dengan pertanyaan keamanan opsional. Penambahan ini bertujuan untuk memverifikasi secara ketat bahwa perintah penguncian jarak jauh benar-benar berasal dari pemilik sah perangkat, bukan pihak lain yang mencoba mengganggu akses pengguna. "Kami terus mengembangkan sistem perlindungan kami untuk selalu selangkah lebih maju dari penjahat," pungkas Google dalam pernyataan resminya. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK