Update Pemulihan Tapanuli Utara: Listrik di Adiankoting Nyala, 5 Unit Starlink Diaktifkan
Faktakalbar.id, SILANGIT –
Upaya penanganan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Tim gabungan
melaporkan bahwa operasi pemulihan Tapanuli Utara tetap berjalan intensif meski kondisi cuaca di lapangan masih diwarnai hujan ringan hingga deras pada Kamis (11/12/2025).
Baca Juga:
Dukung Distribusi Logistik di Tapanuli Tengah, BNPB Gelar Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca
Salah satu kabar baik dari operasi darurat ini adalah ditemukannya warga yang sempat terpisah dari keluarganya akibat bencana. Tim pencarian berhasil mengevakuasi 13 warga yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kondisi selamat.
Perbaikan Infrastruktur dan Listrik
Selain fokus pada pencarian korban, tim gabungan juga berkonsentrasi pada pembukaan akses wilayah yang terisolir.
Jalur utama Tarutung–Sibolga kini dilaporkan telah terhubung kembali hingga Kecamatan Sitahuis, meskipun pengendara diminta tetap waspada di beberapa titik kerusakan.
Namun, tantangan masih dihadapi di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan.
Sejumlah desa di dua kecamatan tersebut belum dapat diakses kendaraan roda empat, sehingga suplai logistik harus dilakukan menggunakan helikopter (air dropping).
“Untuk desa yang telah dapat dijangkau roda dua, distribusi bantuan dilakukan secara intensif oleh Pemda dan TNI guna mempercepat pemulihan,” bunyi laporan situasi Pos Pendamping Nasional.
Progres pemulihan jaringan listrik juga terus dikebut. Di wilayah Adiankoting, pemulihan listrik telah mencapai 93 persen. Sementara di Parmonangan, progres baru mencapai 50 persen karena terkendala akses jalan yang belum sepenuhnya terbuka.
Guna mengatasi masalah komunikasi di area
blank spot
, BNPB telah mengaktifkan lima unit perangkat internet Starlink.
Baca Juga:
11 Titik Longsor Terbuka, Akses Vital Tarutung-Padang Sidempuan Kembali Bisa Dilalui
Distribusi 6,9 Ton Logistik
Distribusi bantuan kemanusiaan berlangsung masif melalui jalur darat dan udara. Tercatat total logistik yang disalurkan mencapai 6.988 kilogram pada Kamis (11/12).
Melalui jalur udara, sebanyak 1.278 kilogram bantuan pangan esensial seperti beras, mie instan, dan susu dikirimkan ke lokasi terisolasi seperti Hajoran Parmonangan, Batangtoru, dan Desa Labu Tua.
Sementara jalur darat mendistribusikan volume lebih besar yakni 5.710 kilogram ke Humbang Hasundutan dan Pinangsuri, mencakup bantuan medis, genset, hingga kebutuhan higienitas.
Siapkan Lahan Huntara
Pemerintah juga mulai memikirkan solusi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Pendataan sementara mencatat 770 unit rumah mengalami kerusakan dengan berbagai kategori.
Rapat koordinasi telah digelar untuk membahas percepatan penetapan kawasan Hunian Sementara (Huntara).
“Rapat koordinasi pembangunan hunian sementara (huntara) juga digelar hari ini, membahas percepatan penetapan kawasan huntara di Desa Lobupining dan Desa Sibalanga dengan total lahan sekitar empat hektare milik pemerintah daerah,” tulis laporan tersebut.
Untuk kenyamanan pengungsi, fasilitas di pos pengungsian terus dilengkapi. Sebanyak 50 matras telah didistribusikan ke pos pengungsian Gereja HKBP Lobupining dan 30 matras ke HKBP Sibalanga.
Fasilitas MCK dan suplai air bersih dari BBWS II Sumatera Utara juga dipastikan tersedia untuk mendukung pemulihan Tapanuli Utara yang lebih optimal.
Baca Juga:
Listrik Mati Total, BNPB ‘Hujani’ Tapanuli Tengah dengan Genset dan Starlink via Udara
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.