faktakalbar

Gagal Lindungi Maduro, Jenderal Paspampres Venezuela Dipecat

Penulis: Redaksi Sunday, 11 January 2026 📖 1 menit
Gagal Lindungi Maduro, Jenderal Paspampres Venezuela Dipecat
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Kegagalan fatal dalam melindungi kepala negara berujung pada pemecatan petinggi militer Venezuela . Jenderal Javier Marcano Tábata resmi dicopot dari jabatannya sebagai komandan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) setelah insiden penculikan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Perintah pemecatan ini dikeluarkan langsung oleh Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, hanya berselang beberapa hari setelah operasi militer kilat AS mengguncang kota Caracas. Pertahanan Jebol Jenderal Marcano Tábata sebelumnya memimpin Pasukan Pengawal Kehormatan Presiden, unit elit yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan Maduro. Baca Juga: Usai Tangkap Maduro, Trump Panggil Raksasa Minyak AS Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun media internasional, unit ini tidak berdaya saat menghadapi serbuan pasukan khusus Delta Force AS pada Sabtu pekan lalu. Laporan lapangan menyebutkan bahwa pertahanan di sekitar Maduro jebol, menyebabkan sang presiden berhasil dibawa paksa oleh pihak Amerika. Diperkirakan puluhan anggota pengawal tewas dalam upaya mempertahankan Maduro dalam insiden berdarah tersebut. Tekanan Amerika pada Pemimpin Baru Delcy Rodríguez, yang mengambil alih kepemimpinan sebagai presiden sementara setelah dilantik Majelis Nasional, kini menghadapi situasi yang sangat pelik. Selain harus menata ulang keamanan internal, ia juga berada di bawah ancaman langsung dari Washington. Dalam konferensi pers pasca-operasi, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa ia memegang kendali atas nasib Venezuela. Trump memperingatkan Rodríguez secara terbuka bahwa ia akan menghadapi nasib yang lebih buruk daripada Maduro jika tidak mematuhi tuntutan AS, termasuk penyerahan 50 juta barel minyak. Di tengah tekanan tersebut, Rodríguez menunjukkan sikap yang bercabang. Ia mengecam keras aksi AS terhadap Maduro dan menyebutnya sebagai penculikan ilegal. Baca Juga:  AS Serang Venezuela Demi Putus Minyak China Namun, di sisi lain, pemerintahannya menyatakan kesediaan untuk membuka pintu kerja sama dengan Washington. Pemecatan Jenderal Tábata ini dinilai pengamat sebagai langkah awal Rodríguez dalam merespons kegagalan sistem keamanan negara sekaligus upaya konsolidasi kekuasaan di tengah ancaman intervensi asing. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK