faktakalbar

Gara-gara Reporter Salah Ucap Slogan Anti-Khamenei, Direktur TV di Iran Dicopot dari Jabatan

Penulis: Redaksi Saturday, 14 February 2026 📖 2 menit
Gara-gara Reporter Salah Ucap Slogan Anti-Khamenei, Direktur TV di Iran Dicopot dari Jabatan
Faktakalbar.id, IRAN – Pihak berwenang Iran mengambil tindakan tegas dengan memecat direktur saluran televisi provinsi Hamoun. Keputusan ini diambil setelah insiden "salah ucap" yang dilakukan oleh seorang reporter saat melaporkan siaran langsung ( live ) peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran di Provinsi Sistan-Baluchistan. Media televisi pemerintah melaporkan bahwa langkah ini merupakan bentuk sanksi atas kesalahan fatal dalam narasi yang disiarkan ke publik pada Jumat (13/2/2026). "Direktur siaran saluran TV provinsi Hamoun dipecat menyusul kesalahan yang terjadi di jaringan provinsi," demikian petikan laporan media pemerintah yang dikutip dari AFP . Baca Juga:  Perkuat Armada Udara, Iran Mulai Uji Terbang Helikopter Serang Mi-28NE Buatan Rusia Selain direktur, otoritas terkait juga memberikan sanksi kepada staf lainnya. Operator transmisi dan pengawasan siaran dilaporkan telah diskors, sementara sejumlah staf yang dianggap bertanggung jawab kini dirujuk ke komite disiplin. "Keputusan ini dibuat untuk menjaga disiplin profesional dan melindungi reputasi media," lanjut laporan tersebut. Kronologi "Salah Ucap" di Layar Kaca Insiden ini bermula saat reporter Musab Rasoulizad sedang menggambarkan suasana demonstrasi pendukung pemerintah yang meneriakkan slogan "Allahuakbar". Namun, di tengah laporan tersebut, Rasoulizad justru melontarkan kalimat " Marg bar Khamenei " yang berarti "Matilah Khamenei". Slogan tersebut sangat sensitif karena biasanya hanya diteriakkan oleh kelompok oposisi dalam demonstrasi anti-pemerintah. Dalam video klarifikasi terpisah, Rasoulizad menyampaikan permohonan maaf dan mengeklaim insiden itu adalah murni kesalahan teknis bicara. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai "kesalahan ucapan dan kekeliruan yang disiarkan." Lebih lanjut, ia mengkhawatirkan ucapannya akan "menjadi dalih bagi kelompok anti revolusioner" untuk menyudutkan pemerintah. Situasi Politik dan Gelombang Protes Insiden di media televisi ini terjadi di tengah situasi politik Iran yang sedang memanas. Selain aksi yang mendukung pemerintah, berbagai daerah termasuk Teheran justru diwarnai oleh unjuk rasa yang menyuarakan slogan anti-pemerintah seperti "Matilah diktator" dan "Matilah Republik Islam". Gelombang protes di Iran dilaporkan telah berlangsung sejak Desember tahun lalu, yang dipicu oleh lonjakan inflasi . Meskipun awalnya berjalan damai, aksi tersebut berubah menjadi kericuhan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum. Pemerintah Iran menuding adanya keterlibatan agen asing dalam mengacaukan situasi nasional. Berdasarkan laporan yang beredar, tindakan tegas otoritas dalam meredam demonstrasi tersebut telah menyebabkan ribuan orang ditangkap dan diperkirakan sekitar 5.000 orang tewas selama periode protes berlangsung. Baca Juga:  AS dan Iran Gelar Perundingan Tidak Langsung di Oman, Bahas Nuklir hingga Proxy (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK