faktakalbar

Gedung DPRD Kota Malang Menyala! Diduga Terbakar Akibat Lemparan Molotov

Penulis: Redaksi Monday, 24 March 2025 📖 1 menit
Gedung DPRD Kota Malang Menyala! Diduga Terbakar Akibat Lemparan Molotov
Faktakalbar.id, NASIONAL – Demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Malang pada Minggu (23/03) berakhir ricuh. Dalam aksi tersebut, Gedung DPRD Kota Malang terbakar yang diduga akibat lemparan molotov dari massa aksi. Massa aksi mulai berkumpul sejak siang hari, memenuhi area depan gedung DPRD dengan mengenakan pakaian serba hitam dan membawa berbagai poster serta spanduk berisi penolakan terhadap revisi UU TNI. Baca juga:  Aksi Tolak UU TNI di Pontianak, Sejumlah Mahasiswa dan Masyarakat Turun ke Jalan Situasi memanas ketika memasuki pukul 18.00 WIB, di mana lemparan molotov diduga mengenai lantai dua teras gedung, menyebabkan api menyebar hingga ke lantai bawah. Kobaran api juga muncul di area pos keamanan gedung DPRD Kota Malang, membesar sekitar pukul 18.25 WIB. Aparat yang berjaga segera bertindak dengan menyemprotkan air untuk memadamkan api yang menjalar di berbagai titik. Setelah api berhasil dilokalisasi, polisi bertindak membubarkan massa aksi dan mengendalikan situasi. Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kabar mengenai insiden tersebut sesaat setelah berbuka puasa. “Awal chaosnya kebetulan pas saya awal berbuka puasa, saya dikabari dari teman-teman kepolisian bahwa ada kerusuhan,” ujar Rimzah, Minggu (23/03). Baca juga:  Viral! Demonstran di Manado Duel 1 vs 1 di Atas Mobil Polisi Meski demikian, Rimzah mengaku belum mengetahui secara pasti dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut. “Masih diidentifikasi,” katanya singkat. Sementara itu, Koordinator LBH Pos Malang, Daniel Siagian, menyatakan pihaknya tengah melakukan evakuasi terhadap massa aksi yang mengalami luka-luka serta yang diamankan oleh aparat. “Saya masih evakuasi massa aksi yang luka dan ditangkap. Jumlahnya masih diinventarisir,” kata Daniel. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait jumlah korban maupun langkah hukum selanjutnya terhadap insiden ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK