faktakalbar

Gelombang Pasang dan Abrasi di Desa Puao Rusak Puluhan Meter Talud Penahan Ombak

Penulis: Redaksi Sunday, 01 February 2026 📖 1 menit
Gelombang Pasang dan Abrasi di Desa Puao Rusak Puluhan Meter Talud Penahan Ombak
Faktakalbar.id, HALMAHERA TIMUR – Kejadian abrasi pantai akibat gelombang pasang melanda Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur , Sabtu (31/1/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIT ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Baca Juga: Rangkaian Bencana Alam Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur pelindung pantai di wilayah tersebut. Petugas BPBD Kabupaten Halmahera Timur melaporkan bahwa talud penahan ombak sepanjang 200 meter mengalami kerusakan berat sehingga air laut mulai mendekati pemukiman. Kerusakan Pemukiman dan Sarana Nelayan Selain merusak talud, gelombang pasang juga berdampak langsung pada rumah-rumah warga yang berada di pesisir pantai. Sebanyak 16 rumah dilaporkan terdampak rembesan air dan material pasir. Para nelayan setempat juga mengalami kerugian besar setelah empat unit perahu milik mereka dilaporkan tersapu ombak. “Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan abrasi pantai di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, yang mengakibatkan kerusakan talud penahan ombak sepanjang 200 meter. Sebanyak 16 rumah warga terdampak dan empat perahu nelayan dilaporkan terbawa ombak,” lapor BPBD Halmahera Timur. Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Caringin Bogor, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Kondisi Terkini di Lapangan Hingga Sabtu malam, kondisi cuaca di Desa Puao dilaporkan belum stabil. Angin kencang masih terjadi dan proses abrasi pantai dikhawatirkan terus berlanjut apabila gelombang tinggi kembali menghantam. “Hingga Sabtu malam (31/1), banjir masih menggenang di Desa Soagimalaha, sementara angin kencang dan abrasi pantai masih terjadi di Desa Puao,” ungkap laporan BPBD Halmahera Timur. BNPB mengimbau warga di pesisir untuk tetap waspada dan bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi cuaca memburuk demi keselamatan jiwa. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK