faktakalbar

Hacker Bjorka Diduga Bocorkan 341 Ribu Data Polri, Balasan Atas Klaim Polri yang Berhasil Menangkap Dirinya?

Penulis: Redaksi Monday, 06 October 2025 📖 2 menit
Hacker Bjorka Diduga Bocorkan 341 Ribu Data Polri, Balasan Atas Klaim Polri yang Berhasil Menangkap Dirinya?
Faktakalbar.id, NASIONAL - Dunia keamanan siber Indonesia kembali dihebohkan oleh aksi peretas (hacker) yang menggunakan nama alias Bjorka . Ia mengklaim telah berhasil membobol dan menyebarkan 341 ribu data personel Polri . Data sensitif tersebut disebarkan secara cuma-cuma melalui sebuah laman pribadi miliknya pada Sabtu, (4/6/2025). Baca Juga: Polisi Dalami Hubungan WFT dengan Jaringan Peretas ‘Bjorka’ Menurut pemantauan pakar keamanan siber, Teguh Aprianto, data yang dibocorkan tersebut mencakup informasi rinci para anggota kepolisian. Ia menyebutkan bahwa data itu berisi nama, pangkat, satuan tugas, hingga kontak pribadi. “Selain di BreachForums, juga dibagikan di web milik dia,” ungkap Teguh. Aksi peretasan ini diduga kuat merupakan respons atas penangkapan seorang pria berinisial WFT di Minahasa, Sulawesi Utara. WFT ditangkap oleh jajaran Polda Metro Jaya setelah mengaku sebagai pemilik akun X @bjorkanesiaaa dan menggunakannya untuk upaya pemerasan terhadap sebuah bank. Namun, Teguh Aprianto meragukan bahwa WFT adalah sosok Bjorka yang sebenarnya, yang sebelumnya telah menggemparkan publik dengan berbagai aksi kebocoran data sejak 2022. “Itu hanya orang yang meniru menjadi Bjorka,” kata Teguh. Meskipun data yang dirilis Bjorka kali ini bisa diakses secara bebas oleh publik, diketahui bahwa data tersebut bukanlah informasi terbaru. Data yang dihimpun merupakan database pangkat dan penempatan personel Polri sekitar tahun 2016. Baca Juga: Diduga ‘Bjorka’, Pria Asal Minahasa Ditangkap Polisi terkait Kasus Peretasan Data Bank Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian dari nama yang tercantum dalam data tersebut kemungkinan sudah memasuki masa purnabakti atau pensiun. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap WFT. Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Fian Yunus, menyatakan bahwa WFT telah aktif mengaku sebagai Bjorka di media sosial sejak tahun 2020. Meski demikian, Fian belum dapat memastikan keterkaitan WFT dengan Bjorka yang bertanggung jawab atas kebocoran 1,3 miliar data kartu SIM, data pengguna IndiHome, dan data Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pihak kepolisian menegaskan perlunya investigasi lebih lanjut untuk membuktikan identitas dan peran WFT, termasuk keterkaitannya dengan kasus kebocoran data personel Polri yang terbaru. “Mungkin, setiap orang bisa jadi siapa saja di internet. Kami perlu pendalaman lebih dalam lagi terkait dengan bukti-bukti yang kami temukan sehingga itu bisa kami formulasikan,” kata Fian di Polda Metro Jaya pada Kamis, (2/10/2025). (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK