faktakalbar

Hadapi Krisis Fatherless, Pemerintah Canangkan Gerakan Nasional Ayah Teladan

Penulis: Redaksi Tuesday, 15 July 2025 📖 2 menit
Hadapi Krisis Fatherless, Pemerintah Canangkan Gerakan Nasional Ayah Teladan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Fenomena kehilangan figur ayah (fatherless) di Indonesia kini menjadi tantangan serius yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Data dari UNICEF (2021), I-NAMHS (2022), BPS (2021), dan KPAI (2017) menunjukkan bahwa sekitar 20,9 persen anak di Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah karena perceraian, kematian, atau pekerjaan ayah yang jauh dari keluarga. Baca Juga: Kemensos Buka 1.554 Formasi Guru Sekolah Rakyat, Pendaftaran Masih Dibuka Situasi ini semakin memprihatinkan ketika diketahui bahwa hanya 37,17 persen anak usia 0–5 tahun yang diasuh langsung oleh kedua orang tua kandung secara bersamaan. Bahkan, 33 persen remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, namun hanya 4,3 persen orang tua yang menyadari bahwa anak mereka membutuhkan bantuan. Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai strategi memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendampingan anak. "Dampak pengasuhan yang dilakukan oleh ayah sangat luas, mulai dari kepemimpinan, prestasi akademik, hingga perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak," ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat meresmikan program tersebut. Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Memanfaatkan momentum tahun ajaran baru, Kemendukbangga juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah . SE ini mulai berlaku pada (14/7/2025) dan ditujukan untuk mendorong keterlibatan ayah sejak awal masa sekolah anak. "Kehadiran ayah dalam momen penting seperti ini dapat memperkuat kedekatan emosional, rasa percaya diri, dan kesiapan anak dalam belajar," bunyi salah satu poin dalam surat edaran tersebut yang diterbitkan pada Jumat, (11/7/2025). Gerakan ini tidak hanya berlaku bagi ASN di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN, tetapi juga diharapkan dapat menjadi gerakan nasional yang melibatkan masyarakat umum untuk mengajak ayah, keluarga, dan lingkungan sekitar turut berpartisipasi. Baca Juga: Pemkot Pontianak Terima 12 Sertifikat Tanah, Termasuk Lahan untuk Sekolah Rakyat Sasaran program mencakup anak dari jenjang PAUD hingga SMA/sederajat. Ini merupakan bagian dari program Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA), yang termasuk dalam empat program utama GATI. Tiga program lainnya yaitu layanan konseling Siap Nikah dan Satyagatra , Kompak Tekan (Konsorsium Penggiat dan Komunitas Ayah Teladan), serta Debat (Desa/Kelurahan Ayah Teladan) di wilayah Kampung KB. Selain itu, gerakan ini juga diperkuat dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025, tentang pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah yang ramah anak. Ayah Lebih dari Sekadar Pencari Nafkah Dalam pernyataan terpisah, Menteri Wihaji kembali menekankan bahwa ayah memiliki peran yang jauh lebih besar dari sekadar pencari nafkah. Baca Juga: Liburan Seru dan Edukatif di Aston Pontianak, Hadirkan Program Khusus Sekolah dan Keluarga Ayah adalah pendidik, pelindung, teman bermain, dan teladan dalam kehidupan sehari-hari anak. "Keterlibatan aktif ayah memberikan dampak luar biasa dalam membentuk karakter anak yang kuat, berdaya, dan bertanggung jawab," tegas Wihaji. Menurutnya, ayah bisa menciptakan rasa aman, kasih sayang yang membangun ikatan emosional, dan menjadi panutan dalam perilaku sehari-hari. Semua itu penting untuk membentuk generasi yang berkualitas di masa depan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK