faktakalbar

Hamas Klaim Kontak Pemerintah RI, Wanti-wanti Pasukan TNI di Gaza Tak Jadi Alat Israel

Penulis: Redaksi Friday, 13 February 2026 📖 2 menit
Hamas Klaim Kontak Pemerintah RI, Wanti-wanti Pasukan TNI di Gaza Tak Jadi Alat Israel
Faktakalbar.id, JAKARTA – Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mengeklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan pemerintah Indonesia terkait wacana pengiriman pasukan Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) sebagai bagian dari International Stabilization Force ( ISF ) di Jalur Gaza. Dalam komunikasi tersebut, mereka mengingatkan agar pasukan Indonesia tidak dijadikan alat untuk melucuti senjata pejuang Palestina, Kamis (12/2/2026). Baca Juga:  Media Asing: Indonesia Cetak Sejarah, Siap Kirim 8.000 Pasukan ke Gaza Pemimpin Hamas , Osama Hamdan, menegaskan bahwa pihaknya menolak segala bentuk perwalian asing di Gaza. Menurutnya, kekuatan internasional yang masuk harus membatasi misi hanya pada pengamanan perbatasan dan pencegahan agresi Israel, tanpa mencampuri urusan internal pemerintahan Gaza. "Setiap pasukan internasional harus mengambil peran netral di perbatasan dan tidak mengambil posisi yang bertentangan dengan keinginan rakyat Palestina atau menggantikan tindakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia," kata Hamdan merujuk pesannya untuk Indonesia. Lebih lanjut, Hamdan menyebut telah menerima jaminan bahwa kehadiran TNI nantinya bukan untuk menekan perlawanan rakyat Palestina. "Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak-pihak di Indonesia, karena mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pelaksana agenda Israel di sektor ini, dan bahwa misi mereka harus dibatasi pada memisahkan orang-orang Palestina dari pasukan pendudukan, dan mencegah agresi tanpa campur tangan dalam urusan masyarakat," tambahnya. Meski pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kontak langsung tersebut, pihak TNI dan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) sebelumnya telah menegaskan bahwa posisi pasukan Indonesia tidak akan berhadap-hadapan dengan pejuang Palestina untuk melucuti senjata. Sementara itu, persiapan di tubuh TNI terus dimatangkan. Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyatakan bahwa personel yang akan dikirim adalah mereka yang berpengalaman dalam misi perdamaian, seperti UNIFIL. "Saya kira kita sudah punya pengalaman ya, ada UNIFIL yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut," ujar Tandyo di Jakarta. Baca Juga:   Hamas Desak Dunia Tekan Israel, Minta Komite Administratif Independen Segera Masuk Gaza Senada dengan itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut bahwa TNI AD mulai menyiapkan personel, termasuk unsur kesehatan. Estimasi pasukan yang mungkin dikerahkan cukup besar. "Bisa satu brigade, 5.000 sampai 8.000 (personel) mungkin. Tapi masih bernego semua, belum pasti," jelas Maruli. Isu pelucutan senjata ini mencuat setelah New York Times melaporkan adanya proposal AS yang mengizinkan Hamas menyimpan senjata ringan namun harus menyerahkan roket. Hamas sendiri menegaskan bahwa senjata perlawanan berkaitan erat dengan eksistensi perjuangan melawan pendudukan sejak 1917. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK