faktakalbar

Harga Minyak Sawit Melemah, Tertekan Penguatan Ringgit Malaysia ke Level Tertinggi

Penulis: Redaksi Friday, 14 November 2025 📖 2 menit
Harga Minyak Sawit Melemah, Tertekan Penguatan Ringgit Malaysia ke Level Tertinggi
Faktakalbar.id, NASIONAL – Harga minyak sawit mentah ( CPO ) melemah pada perdagangan Rabu (12/11/2025), setelah mencatatkan kenaikan selama dua hari beruntun. Pelemahan ini terutama tertekan oleh penguatan nilai tukar ringgit Malaysia, yang membuat komoditas tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing. Baca Juga: Harga CPO Melonjak, Dipicu Ekspektasi Ekspor Kuat dan Produksi yang Melambat Kontrak berjangka (futures) acuan minyak sawit untuk pengiriman Januari di Bursa Malaysia Derivatives tercatat turun 0,34 persen ke posisi MYR4.123 per metrik ton pada jeda tengah hari. Padahal, dalam dua hari sebelumnya, kontrak ini telah naik 0,61 persen. Seorang trader mengonfirmasi bahwa penguatan mata uang lokal menjadi faktor penekan utama. “Pasar bergerak lebih rendah karena penguatan ringgit menekan sentimen,” kata trader proprietary di perusahaan perdagangan Iceberg X Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur, David Ng, dikutip Reuters . Ringgit, yang merupakan mata uang acuan perdagangan minyak sawit, terpantau menguat 0,15 persen terhadap dolar AS menjadi 4,13 pada pukul 12.00 WIB. Posisi ini sekaligus menyentuh level tertingginya dalam satu tahun terakhir. Di bursa Dalian, pergerakan minyak nabati lainnya bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif tercatat naik 0,39 persen, sementara kontrak minyak sawit di Dalian justru turun 0,21 persen. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat 0,16 persen. Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaingnya karena keduanya bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar global minyak nabati. Dari sektor energi, harga minyak mentah relatif stabil setelah naik pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh harapan bahwa berakhirnya penutupan pemerintahan (shutdown) terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat dapat meningkatkan permintaan. Namun, pelemahan harga minyak mentah secara umum dapat membuat minyak sawit menjadi pilihan yang kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel. Baca Juga: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-November 2025 Ditetapkan, Umur 10-20 Tahun Tembus Rp 3.358/Kg Terkait hal ini, Kementerian ESDM Indonesia melaporkan bahwa konsumsi biodiesel hingga 10 November 2025 telah mencapai 12,25 juta kiloliter fatty acid methyl ester (FAME) yang berasal dari minyak sawit. Sementara itu, unit minyak nabati milik perusahaan dagang negara China, COFCO, menyatakan telah menandatangani perjanjian pembelian kedelai, minyak kedelai, minyak sawit, dan produk pertanian lainnya dari Brasil dengan total volume hampir 20 juta ton senilai lebih dari USD10 miliar. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK