faktakalbar

IEU-CEPA Diteken, Ekspor Sawit RI Dipastikan Aman dan Menguntungkan

Penulis: Redaksi Thursday, 17 July 2025 📖 2 menit
IEU-CEPA Diteken, Ekspor Sawit RI Dipastikan Aman dan Menguntungkan
Faktakalbar.id, NASIONAL - Kesepakatan dagang antara Indonesia dan Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IEU-CEPA ) dipastikan membawa angin segar bagi pelaku ekspor nasional. Salah satu sektor yang disebut akan diuntungkan adalah industri kelapa sawit Indonesia, yang selama ini kerap menghadapi tantangan regulasi dari Eropa. Baca Juga: Pemerintah Siapkan Strategi Ekspor 20 Komoditas Unggulan ke Eropa, Sawit Jadi Andala Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa dalam perjanjian ini, kelapa sawit RI tidak akan dikenakan sanksi apa pun oleh Uni Eropa. “Saya tidak berhak untuk memberikan detail, tapi pertama adalah kelapa sawit tidak dikenakan sanksi, tidak dikenakan penalti atau denda atau sebagainya,” ujarnya saat ditemui di Paris, Prancis, dalam acara Breakfast Forum Kadin dan Madef (Mouvement des Entreprises de France), Selasa waktu setempat, dikutip Rabu (16/7/2025). Hashim menjelaskan lebih lanjut bahwa sawit Indonesia justru sangat dibutuhkan oleh industri di Eropa, karena merupakan bahan dasar dari berbagai produk seperti sabun, sampo, hingga makanan. “Melainkan, kelapa sawit sangat dibutuhkan oleh industri Eropa. Semua barang-barang yang misalnya sampo atau sabun atau makanan, ya ini banyak itu ingredient-nya atau unsurnya itu dari kelapa sawit. So ini, untuk 27 negara anggota European Union sangat dibutuhkan,” jelasnya. Hashim juga menambahkan bahwa meskipun Indonesia diminta memenuhi sejumlah persyaratan oleh Uni Eropa, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui langkah-langkah tersebut. Baca Juga: Langkah Cepat Hilirisasi Sawit, Pemerintah Siapkan Skema untuk Petani Muda Untuk rincian teknis lebih lanjut, ia menyebut akan dijelaskan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. “Sangat menguntungkan,” tutup Hashim singkat. Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, yang juga ditemui di Paris, menyatakan bahwa IEU-CEPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa. “Dengan adanya IEU-CEPA, potensi perdagangan Indonesia bisa meningkat hingga US$ 60 miliar, dari sebelumnya yang berada di angka US$ 30 miliar,” kata Rosan. Menurut Rosan, selain kelapa sawit, produk-produk ekspor unggulan lain yang berpotensi berkembang di pasar Eropa meliputi alas kaki, tekstil, dan garmen. Baca Juga: Harga CPO Naik Tiga Hari Berturut-Turut, Sinyal Positif Bagi Industri Sawit (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK