Laporan DDoS Cloudflare: Indonesia Sumber Serangan DDoS Terbesar, Peningkatan Mencapai 31.900%
Faktakalbar.id, TECHNOLOGY -
Perusahaan teknologi
Cloudflare
menerbitkan laporan terbaru terkait ancaman Distributed Denial of Service (DDoS) berdasarkan data triwulan ketiga (Juli-September) 2025.
Menurut laporan itu, Indonesia Sumber Serangan DDoS Terbesar di dunia, khususnya sejak kuartal III-2024.
DDoS merupakan serangan siber yang bertujuan membuat sebuah layanan atau server kewalahan, dengan cara membanjirinya menggunakan jumlah trafik atau permintaan (
request
) yang sangat besar.
Baca Juga:
Awas Jebakan! Kenali 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru, dari Transfer Palsu hingga Phishing
Kenaikan Persentase Serangan Mencapai 31.900%
Menurut laporan Cloudflare, Indonesia menjadi sumber utama serangan DDoS pada kuartal III-2025 dan bertahan di posisi teratas sejak kuartal III-2024.
Dalam lima tahun terakhir (sejak kuartal III-2021), persentase permintaan serangan DDoS berbasis HTTP yang berasal dari Indonesia meningkat hingga 31.900 persen.
Selain Indonesia, enam negara lainnya yang juga menjadi sumber serangan DDoS terbesar triwulan III-2025 mencakup negara-negara di Asia.
Baca Juga:
Laporan Anthropic: Hacker Diduga China Gunakan AI Claude, Otomatisasi Serangan Siber 90%
Berikut rincian 10 negara sumber serangan DDoS terbesar di dunia kuartal III-2025 menurut Cloudflare:
Indonesia
Thailand
Bangladesh
Ekuador
Rusia
Vietnam
India
Hong Kong
Singapura
Ukraina
Botnet Aisuru Mendominasi Serangan
Secara global, sistem
Cloudflare
mendeteksi sekitar 8,3 juta serangan DDoS pada triwulan III-2025.
Jumlah ini meningkat 15 persen dari kuartal sebelumnya dan 40 persen dibandingkan kuartal III-2024.
Serangan DDoS didominasi oleh
botnet
bernama Aisuru, yang menginfeksi 1-4 juta
host
(perangkat/sistem terhubung internet) di seluruh dunia.
Botnet
Aisuru menginfeksi perangkat dengan serangan ekstrem karena kekuatannya melebihi satu terabit per detik (Tbps).
Adapun target serangan DDoS paling banyak ditujukan ke China, Turki, dan Jerman.
Baca Juga :
Lindungi Data Anda! Kenali 7 Ciri-Ciri VPN Palsu dan Tanda VPN Tidak Aman
Peningkatan serangan juga terjadi di Amerika Serikat (peringkat ke-5) dan Filipina (peringkat ke-10), yang sebelumnya tidak masuk dalam daftar ini.
Daftar lengkap target serangan DDoS sebagai berikut:
China
Turki
Jerman
Brasil
Amerika Serikat
Rusia
Vietnam
Kanada
Korea Selatan
Filipina
Cloudflare
sendiri mengeklaim bahwa sistemnya telah memblokir total 8,3 juta serangan DDoS atau rata-rata 3.780 serangan per jam.
(*Drw)
Tag:
#indonesia sumber serangan ddos terbesar
#laporan ddos cloudflare kuartal iii 2025
#serangan ddos
#botnet aisuru
#ancaman siber
#cloudflare
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.