Aksi Tegas Putra Aceh, Danrem Ali Imran Bubarkan Massa Pengibar Bendera Bulan Bintang: "Tidak Ada Merdeka-Merdeka!"
Faktakalbar.id, LHOKSEUMAWE –
Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa
, Kolonel Inf Ali Imran, melakukan tindakan tegas dan terukur dengan membubarkan paksa sekelompok massa yang mengibarkan bendera Bulan Bintang di kawasan Simpang Kandang,
Kecamatan Muara Dua
, Kota Lhokseumawe, pada Kamis (25/12/2025).
Baca Juga:
19 Hari Terlantar, Bendera Putih di Aceh Tampar Wajah Pemerintah Pusat: “Negara Kemana?”
Aksi massa yang membawa simbol identik dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut dinilai mengganggu ketertiban umum dan kedaulatan negara.
Di lokasi kejadian, Kolonel Ali Imran yang turun langsung memimpin pasukan TNI tidak memberikan ruang negosiasi bagi aksi yang berpotensi memecah belah tersebut.
Dengan suara lantang, ia memerintahkan penurunan bendera dan menegaskan posisi Aceh sebagai bagian tak terpisahkan dari Indonesia.
“Ambil bendera itu. Ini Indonesia, tidak ada Merdeka-merdeka..,”
teriak Kolonel Inf Ali Imran di tengah kerumunan massa.
Amankan Senjata Api Rakitan
Langkah pembubaran ini diambil setelah aksi massa tersebut menutup badan jalan dan melumpuhkan arus lalu lintas.
Baca Juga:
Uni Eropa Kucurkan Bantuan Banjir, Tokoh GAM Denmark Sentil Pemerintah RI: Rakyat Jadi Korban Kelalaian
Kehadiran pasukan di bawah komando Ali Imran membuat massa tidak berkutik.
Petugas berhasil menurunkan bendera, menyita spanduk, dan mengamankan situasi tanpa adanya letusan senjata.
Dalam operasi tersebut, TNI juga mengamankan satu orang yang diduga sebagai provokator.
Dari tangan yang bersangkutan, ditemukan barang bukti berbahaya berupa senjata api rakitan dan senjata tajam jenis rencong.
"Bendera diturunkan, spanduk diamankan, dan satu orang yang diduga provokator ikut digelandang karena kedapatan membawa senjata api rakitan dan senjata tajam jenis rencong,"
tulis laporan kejadian tersebut.
Profil Danrem Termuda
Ketegasan Kolonel Inf Ali Imran menjadi sorotan publik mengingat latar belakangnya sebagai putra asli Aceh kelahiran Banda Aceh, 9 Juni 1978.
Lulusan Akademi Militer tahun 2000 ini dikenal sebagai Danrem termuda se-Indonesia saat ini.
Kariernya di dunia militer terbilang cemerlang dengan rekam jejak di satuan-satuan elite, mulai dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), hingga Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.
Pengalaman panjang di dunia intelijen dan tempur membentuk gaya kepemimpinannya yang dikenal cepat dan tanpa kompromi terhadap gangguan kedaulatan.
"Ali Imran bukan sosok sembarangan... Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2000 ini dikenal malang melintang di satuan elite TNI. Kopassus, Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, hingga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pernah menjadi bagian dari jejak kariernya,"
jelas profil sang Kolonel.
Tindakan ini menegaskan pesan kuat dari Korem 011/Lilawangsa bahwa tidak ada toleransi bagi aksi yang mengganggu ketertiban dan kedaulatan negara, meskipun dilakukan oleh warga lokal.
(Ra)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.