faktakalbar

Inovasi Hijau Mahasiswa Magister Fakultas Kehutanan UNTAN di Hutan Sarawak

Penulis: Redaksi Monday, 15 September 2025 📖 2 menit
Inovasi Hijau Mahasiswa Magister Fakultas Kehutanan UNTAN di Hutan Sarawak
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Di bawah rindangnya hutan Bako, Sarawak, kolaborasi unik terjalin. Mahasiswa S2 Ilmu Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) bersama rekan-rekan dari Universiti Malaysia Sarawak ( UNIMAS ) dan masyarakat lokal Bako bergandeng tangan dalam sebuah kegiatan yang sederhana namun penuh makna: Ecoprint Training from Natural Plants . Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Global. Melalui karya nyata ini, mahasiswa S2 Kehutanan UNTAN membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan seni, tradisi, dan pemberdayaan masyarakat. Ecoprint: Jejak Daun, Jejak Harapan Ecoprint adalah teknik cetak alami menggunakan daun, bunga, dan bagian tanaman lain untuk menghasilkan motif pada kain atau media lainnya. Tidak ada pewarna sintetis dan limbah beracun hanya keindahan yang dipinjam dari alam. Baca Juga:   Menyatukan Ilmu, Masyarakat, dan Alam: Jejak BoSAN UNIMAS–UNTAN 2025 Ecoprint dinilai penting karena prosesnya ramah lingkungan, tidak mencemari air dan tanah, berbeda dengan pewarna kimia tekstil. Selain itu, produk ecoprint memiliki nilai tambah di pasar kreatif dan dapat menjadi identitas lokal dengan motif khas Borneo, seperti daun mangrove dan pakis. Dengan mengajarkan teknik ini kepada masyarakat Bako, mahasiswa S2 Kehutanan UNTAN tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga membangun jembatan menuju kemandirian ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Suara Mahasiswa, Suara Masyarakat Salah satu mahasiswa S2 Ilmu Kehutanan UNTAN menuturkan pengalamannya. “Kami belajar tidak hanya tentang teknik ecoprint, tetapi juga bagaimana masyarakat lokal mengajarkan kami nilai kesabaran dan kebersamaan. Ilmu kehutanan menjadi nyata ketika kami bisa duduk bersama ibu-ibu Bako, menempelkan daun, dan melihat senyum mereka saat motif pertama muncul di kain,” ungkapnya, Sabtu, (13/9). Sementara itu, seorang ibu peserta pelatihan menyampaikan dengan penuh semangat. “Selama ini kami tahu daun hanya untuk masakan atau obat tradisional. Tidak pernah terpikir bisa jadi kain yang cantik. Dengan ecoprint , kami merasa punya sesuatu yang bisa dijual tanpa harus merusak hutan.” Testimoni sederhana ini memperlihatkan bahwa *ecoprint* bukan hanya keterampilan teknis, melainkan jembatan yang mempertemukan ilmu kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Baca Juga:  Fakultas Kehutanan Untan Gandeng Swasta, Perkuat Konservasi dan Pemberdayaan SDM Lokal bersama PT Mayawana Persada Mahasiswa S2 UNTAN: Agen Inovasi Hijau Ada pesan kuat dari kegiatan ini: mahasiswa pascasarjana bukan sekadar peneliti, tetapi juga penggerak inovasi sosial. Mahasiswa S2 Ilmu Kehutanan UNTAN telah mengangkat dua isu sekaligus: konservasi alam melalui pengenalan pentingnya mangrove dan pemanfaatan lestari tumbuhan sekitar, serta kesejahteraan masyarakat melalui transfer keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha kreatif. Seorang dosen pendamping UNTAN memberi catatan reflektif. “Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memadukan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial budaya. Mahasiswa S2 kami berhasil menunjukkan bahwa konservasi bukan hanya menjaga pohon, tetapi juga memberi peluang hidup yang lebih baik bagi komunitas sekitar.” Kegiatan ini juga menegaskan arti penting kerja sama lintas negara. UNIMAS dan UNTAN tidak hanya berbagi pengetahuan akademik tetapi juga berbagi kepedulian pada masyarakat lokal. KKN Global ini menjadi bagian dari kerangka besar BoSAN ( Borneo Satellite Network ). Pada akhirnya, menjaga hutan bukan hanya soal menanam pohon, melainkan juga menanamkan nilai: bahwa alam adalah sumber kehidupan, inspirasi, dan kesejahteraan bersama. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK