faktakalbar

Iran Siap Hadapi Pasukan AS yang Berencana Kawal Kapal di Selat Hormuz

Penulis: Redaksi Sunday, 08 March 2026 📖 2 menit
Iran Siap Hadapi Pasukan AS yang Berencana Kawal Kapal di Selat Hormuz
Faktakalbar.id, TEHERAN - Pemerintah Iran secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berhadapan langsung dengan kemungkinan langkah Amerika Serikat (AS) yang berencana mengerahkan pasukan militernya. Pengerahan pasukan AS tersebut diwacanakan guna mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi perairan Selat Hormuz, yang dikenal sebagai salah satu jalur utama perdagangan energi dunia, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Baca Juga: Komandan AL IRGC Ancam Bakar Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus 200 Dolar Menanggapi wacana pengerahan militer tersebut, Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Mohammad Naini, memberikan pernyataan tegas pada Sabtu (7/3/2026). Ia menegaskan bahwa pihak militer Iran sama sekali tidak gentar dan justru sedang menunggu kehadiran konvoi armada militer AS apabila rencana pengawalan kapal komersial itu benar-benar direalisasikan di lapangan. "Iran sangat menyambut kemungkinan pasukan AS mengawal kapal tanker melintasi Selat Hormuz. Kami tunggu kehadiran mereka," kata Naini, seperti dikutip secara resmi oleh media penyiaran nasional Iran. Sikap keras dari IRGC tersebut mencuat tepat di tengah eskalasi dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Situasi ini turut memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap jaminan keamanan pelayaran di kawasan Selat Hormuz, yang secara historis menjadi rute paling krusial bagi lalu lintas pengiriman minyak global. Wacana pengawalan militer ini sebelumnya disinggung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Ia sempat mengisyaratkan adanya kemungkinan pengerahan armada angkatan laut AS secara besar-besaran untuk mengawal kapal-kapal komersial. Pengerahan armada militer yang dijadwalkan berlayar melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan mendatang itu diklaim oleh pihak Washington sebagai langkah strategis guna meredakan kekhawatiran pasar atas stabilitas pasokan minyak dunia. Arus pengiriman komoditas energi melalui selat strategis tersebut dilaporkan mulai mengalami gangguan yang signifikan sesaat setelah AS dan Israel melancarkan operasi serangan militer terhadap wilayah Iran. Perairan Selat Hormuz sendiri memiliki peran yang sangat vital karena merupakan jalur laut utama untuk ekspor minyak mentah dan gas dari negara-negara produsen di pesisir Teluk Persia. Baca Juga: IRGC Iran Resmi Lakukan Penutupan Selat Hormuz Jalur ini menyumbang sekitar 20 persen dari total perdagangan global untuk sektor minyak, produk turunan petroleum, serta pasokan gas alam cair (LNG). Rentetan ketegangan ini dipicu oleh peristiwa yang terjadi pada 28 Februari lalu, di mana pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terhadap wilayah Iran. Serangan militer tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta mengakibatkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. Sebagai bentuk tindakan balasan, militer Iran kemudian melancarkan serangan yang menargetkan sejumlah wilayah Israel serta fasilitas pangkalan militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK