faktakalbar

Komandan AL IRGC Ancam Bakar Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus 200 Dolar

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 March 2026 📖 1 menit
Komandan AL IRGC Ancam Bakar Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus 200 Dolar
Faktakalbar.id, DOHA (03/03/26) - Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik kritis setelah Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ), Sardar Jabbari, mengeluarkan peringatan keras terkait lalu lintas maritim di Selat Hormuz . Baca Juga:   Insiden “Friendly Fire”, Pertahanan Udara Kuwait Tak Sengaja Tembak Jatuh 3 Jet F-15 Amerika Serikat Jabbari menyatakan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut akan dibakar, serta mengancam akan menyerang pipa minyak di seluruh kawasan. Dalam sebuah pernyataan yang ia sebut sebagai "pengarahan logistik yang dingin", Jabbari menegaskan bahwa tidak akan ada satu barel minyak pun yang diizinkan keluar dari kawasan tersebut. Ia juga memprediksi harga minyak dunia akan menyentuh angka 200 dolar AS per barel dalam beberapa hari mendatang. "Setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar. Pipa minyak di seluruh kawasan akan diserang. Tidak satu barel pun yang keluar. Minyak mencapai $200 dalam beberapa hari mendatang. Itu bukan ancaman, tapi pengarahan logistik yang sangat dingin," tegas Jabbari. Ancaman ini berdampak langsung pada stabilitas energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur bagi 20 juta barel minyak per hari atau setara dengan 31% perdagangan minyak mentah melalui laut secara global. Saat ini, kompleks gas alam cair (LNG) QatarEnergy dilaporkan sudah tidak beroperasi, sementara radar AN/FPS-132 di Al Udeid telah terkena serangan sebelumnya. Kenaikan harga minyak hingga 200 dolar AS diprediksi akan merestrukturisasi ekonomi global secara real-time , yang berdampak pada kementerian keuangan di Asia hingga bank sentral di Eropa. Baca Juga:   Qatar Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Tempur dan Rudal Balistik Asal Iran Hal ini memicu kekhawatiran besar di kalangan penguasa negara-negara Teluk terkait keamanan infrastruktur pipa dan pelabuhan mereka. Situasi ini menandai tantangan besar bagi dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat di perairan tersebut, di mana jaminan perlindungan Amerika yang selama ini ditukar dengan denominasi dolar untuk minyak kini berada di ambang ketidakpastian. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK