Israel Gempur Permukiman Kristen di Beirut, Ancam Lebanon Bakal Dijadikan Seperti Gaza
Faktakalbar.id, BEIRUT
- Militer Israel terus memperluas jangkauan operasinya di
Lebanon
dengan menyerang infrastruktur sipil dan wilayah permukiman.
Pada Jumat (13/03/2026), jet tempur Israel membombardir distrik
Bourj Hammoud
di pinggiran utara Beirut, yang merupakan wilayah mayoritas penduduk Kristen.
Baca Juga:
IRGC Kembali Gempur Israel dan Pangkalan Militer AS dengan Rudal Hipersonik
Serangan menggunakan pesawat nirawak (
drone
) yang menghantam sebuah apartemen ini menandai pertama kalinya wilayah utara ibu kota menjadi sasaran.
Selain serangan udara, pasukan Israel juga menghancurkan Jembatan Zrarieh yang melintasi Sungai Litani.
Israel mengklaim jembatan tersebut digunakan oleh militan Hizbullah, meski tanpa menyertakan bukti kuat.
Menteri Dalam Negeri Lebanon, Ahmad Al-Hajjar, menyatakan keprihatinannya atas gelombang pengungsian besar-besaran yang menuju ibu kota.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung ratusan ribu warga yang mencari perlindungan.
“Tidak peduli berapa banyak tempat penampungan yang dibuka di Beirut, tempat-tempat itu tidak dapat menampung semua pengungsi,”
ujar Al-Hajjar dalam konferensi pers, Sabtu (14/03/2026).
Ketegangan semakin meningkat setelah pesawat Israel menjatuhkan selebaran propaganda yang berisi ancaman terbuka untuk menghancurkan Lebanon sebagaimana kondisi di Jalur Gaza.
Baca Juga:
AS Setujui Penjualan Darurat 12 Ribu Bom ke Israel Senilai Rp2,57 Triliun
“Mengingat keberhasilan besar di Gaza, realitas baru kini tiba di Lebanon,”
demikian petikan isi selebaran tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka memperingatkan bahwa Lebanon akan menanggung biaya kerusakan infrastruktur yang semakin besar selama Hizbullah belum melucuti senjatanya.
Di sisi lain, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan kelompoknya siap menghadapi konflik berkepanjangan dan menolak tunduk pada intimidasi tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 773 orang telah tewas sejak eskalasi dimulai pada awal Maret. PBB mencatat sekitar 800 ribu orang kini telah mengungsi.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan komunitas internasional untuk segera bertindak mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar dengan mencari dana darurat sebesar 308 juta dolar AS.
Hingga saat ini, situasi di perbatasan utara tetap memanas.
Pasca penambahan kekuatan militer Israel di perbatasan, Hizbullah dilaporkan membalas dengan meluncurkan sekitar 200 roket ke wilayah komunitas Israel di bagian utara.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.