faktakalbar

Israel Jegal Turki Beli Jet Tempur F-35

Penulis: Redaksi Monday, 19 January 2026 📖 2 menit
Israel Jegal Turki Beli Jet Tempur F-35
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Israel terus melancarkan lobi politik tingkat tinggi kepada Amerika Serikat (AS) untuk menjegal penjualan pesawat tempur canggih, jet siluman F-35, kepada Turki dan tiga negara Arab lainnya. Pemerintah Israel mengambil langkah ini demi mempertahankan doktrin Qualitative Military Edge (QME) atau keunggulan militer kualitatif di kawasan Timur Tengah. Upaya Tel Aviv memperluas cakupan QME hingga ke Turki memicu kritik tajam dari berbagai pihak di Washington. Mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Josh Paul , menilai langkah Israel tersebut tidak berdasar dan justru membahayakan posisi aliansi pertahanan NATO. Baca Juga:  Eksperimen di Atas Genosida: Mengungkap Sisi Bisnis di Balik Penjajahan Israel di Palestina Sebagai informasi, QME merupakan konsep dalam hukum AS yang menjamin Israel harus memiliki keunggulan teknologi militer untuk mengalahkan ancaman konvensional dari negara manapun di Timur Tengah. Namun, banyak pihak menilai penerapan konsep ini terhadap Turki yang notabene adalah anggota NATO telah melampaui batas. Josh Paul, yang pernah menjabat sebagai Direktur di Biro Urusan Politik-Militer Departemen Luar Negeri AS selama lebih dari 11 tahun, menegaskan bahwa kerangka hukum QME tidak pernah berlaku untuk sekutu NATO. "Turki adalah anggota NATO, dan sebenarnya, dalam konteks NATO-lah istilah keunggulan militer kualitatif pertama kali digunakan oleh AS sehubungan dengan posisi NATO terhadap Rusia. Tujuan NATO adalah untuk memberikan AS dan sekutunya keunggulan militer kualitatif atas Rusia," ujar Josh Paul dalam wawancaranya bersama Anadolu , Minggu (18/1/2026). Paul menganggap bahwa membiarkan lobi Israel mendikte kebijakan pertahanan anggota NATO merupakan sebuah kesalahan strategis. "Gagasan bahwa keunggulan militer kualitatif Israel akan mengalahkan keunggulan militer Amerika, dan keunggulan militer kualitatif NATO, benar-benar tidak masuk akal, dan menurut saya seharusnya sangat mengkhawatirkan semua anggota NATO," tambahnya. Konteks Geopolitik Terbaru Secara historis, selain Turki, tiga negara Arab yang kerap masuk dalam pembahasan pembelian F-35 adalah Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar. Kekhawatiran AS akan protes Israel seringkali menghambat penjualan jet tempur generasi kelima ini ke negara-negara Teluk karena Israel takut kehilangan dominasi udara di kawasan tersebut. Paul menjelaskan bahwa AS seharusnya menerapkan QME hanya untuk negara-negara di bawah Biro Timur Dekat (NEA) Departemen Luar Negeri AS, yang mencakup negara-negara Arab dan Iran. Ia menegaskan aturan ini tidak pernah dirancang untuk membatasi kekuatan militer anggota NATO seperti Turki. Baca Juga:  Eksperimen di Atas Genosida: Mengungkap Sisi Bisnis di Balik Penjajahan Israel di Palestina Josh Paul sendiri sebelumnya telah mengundurkan diri dari jabatannya pada Oktober 2023. Ia mengambil keputusan tersebut sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Joe Biden yang mempercepat pengiriman senjata ke Israel saat konflik di Gaza meletus. Hingga berita ini terbit, pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan proposal penjualan F-35 ke Turki maupun negara-negara Arab yang terdampak lobi tersebut. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK