faktakalbar

Jajaki Kerja Sama dengan Undip BNPB Kembangkan Inovasi Teknologi Penanggulangan Bencana

Penulis: Redaksi Friday, 08 May 2026 📖 2 menit
Jajaki Kerja Sama dengan Undip BNPB Kembangkan Inovasi Teknologi Penanggulangan Bencana
Faktakalbar.id, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) kembali menjajaki kolaborasi dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan riset dan teknologi penanggulangan bencana. Pertemuan penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam agenda audiensi bersama jajaran civitas akademika Undip di Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Kamis (7/5/2026). Baca Juga:  BNPB Gelar Pelatihan SDMT 2026 untuk Perkuat Kapasitas Kalaksa BPBD Seluruh Indonesia Dalam audiensi tersebut, Rektor Undip Suharnomo secara langsung memperkenalkan sejumlah hasil riset dan inovasi mutakhir karya mahasiswa yang berpotensi besar mendukung operasi darurat di lapangan. Salah satu terobosan inovasi yang dipresentasikan adalah robot serangga hibrida yang dirancang khusus untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan pertolongan korban di lokasi reruntuhan. Robot hibrida inovatif ini memanfaatkan spesies kecoa Madagaskar yang memiliki ukuran tubuh jauh lebih besar dibandingkan kecoa pada umumnya. Serangga tersebut dipasangi perangkat khusus berupa rangkaian printed circuit board (PCB) pada bagian punggungnya. Perangkat mini ini telah dilengkapi dengan antena, sensor, kamera pendeteksi objek manusia maupun hewan, kamera pendeteksi suhu panas, serta sistem kendali microcontroller . Secara teknis, perangkat canggih tersebut mampu mengirimkan data visual secara seketika ke layar komputer terkait kondisi medan atau rintangan di ruang yang sangat sempit dan minim cahaya, seperti area reruntuhan bangunan pasca gempa bumi. Sistem navigasi robot serangga ini dapat dikendalikan secara otomatis untuk bergerak maju, berbelok, atau dibiarkan bergerak secara alami mengikuti kondisi fisik di lokasi kejadian. Kepala BNPB Suharyanto yang turut melihat simulasi dan cara kerja robot kecoa hibrida tersebut memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai inovasi karya anak bangsa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai instrumen teknologi penanggulangan bencana masa depan. Baca Juga:  BNPB Akselerasi Hilirisasi Industri Melalui Inovasi Teknologi Kebencanaan Ia berencana segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna membahas peluang penggunaan teknologi ini dalam operasi Search and Rescue (SAR). “BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas yang saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan. Jika nantinya disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” ujar Suharyanto. Selain memperkenalkan robot hibrida, pihak Undip juga memamerkan inovasi peralatan berupa kursi bersalin portabel serta produk makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi. Kursi bersalin ini dirancang secara praktis untuk memenuhi kebutuhan pelayanan persalinan darurat bagi masyarakat di lokasi pengungsian yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Sementara itu, produk MPASI bernama Nutri Sun D3 diciptakan khusus untuk pemenuhan nutrisi bayi dan balita. Suharyanto menyambut positif kehadiran inovasi logistik tersebut, mengingat pasokan bantuan makanan di lokasi bencana selama ini lebih banyak menyasar kebutuhan orang dewasa. “Saya rasa ini dapat menjawab kebutuhan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. Produk makanan siap saji yang tersedia umumnya menyasar kebutuhan anak hingga orang dewasa. MPASI ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk terkait legalitas dan izin edar. Jika nantinya memenuhi ketentuan, produk ini dapat diusulkan masuk ke dalam e-katalog Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB,” kata Suharyanto. Kerja sama antara kedua institusi ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, BNPB dan Undip telah berkolaborasi dalam upaya pemulihan bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh pada akhir November 2025 melalui penyediaan instalasi pengolahan air bersih. “Saya sangat percaya Undip memiliki mahasiswa-mahasiswa yang kompeten. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Undip dalam penyediaan alat penjernih air bagi warga terdampak banjir di Aceh,” pungkas Suharyanto. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK