faktakalbar

"Jangan Lama-lama Pengecut!", Tantangan Maduro Dijawab Trump dengan Penangkapan di Kamar Tidur

Penulis: Redaksi Sunday, 04 January 2026 📖 2 menit
"Jangan Lama-lama Pengecut!", Tantangan Maduro Dijawab Trump dengan Penangkapan di Kamar Tidur
Faktakalbar.id, CARACAS – Operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela , Nicolas Maduro , pada Sabtu (3/1/2026), menjadi jawaban telak atas tantangan terbuka yang pernah dilontarkan pemimpin sosialis tersebut. Baca Juga:  Trump Unggah Foto Presiden Venezuela di Kapal Perang AS Maduro ditangkap langsung oleh pasukan AS saat sedang tertidur di kamarnya bersama sang istri, sebuah skenario yang ironisnya pernah ia minta sendiri lima bulan lalu. Kilas balik pada 12 Agustus 2025, suasana panas menyelimuti Istana Miraflores. Saat itu, Maduro menggelar konferensi pers merespons rilis Departemen Luar Negeri AS. Dengan nada tinggi, ia menantang Presiden AS Donald Trump untuk datang langsung menangkapnya. "Datanglah padaku. Aku akan menunggu di sini, di Miraflores. Jangan terlalu lama, pengecut," tantang Maduro kala itu. Harga Kepala 50 Juta Dolar Ketegangan bermula ketika pada 7 Agustus 2025, Departemen Luar Negeri dan Departemen Kehakiman AS mengumumkan peningkatan hadiah hingga 50 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro. Baca Juga:   Operasi Senyap di Caracas, Pasukan Elit “Night Stalkers” AS Diduga Eksekusi Penangkapan Maduro Ia dituduh melanggar hukum narkotika AS dan disebut sebagai pemimpin Kartel de los Soles . "The Department of State and the Department of Justice are announcing a reward offer increase of up to $50 million under the Narcotics Rewards Program (NRP) for information leading to the arrest and/or conviction of Nicolás Maduro for violating U.S. narcotics laws.," bunyi rilis resmi tersebut. AS juga menuding Maduro menggunakan kekuasaannya untuk mencekik demokrasi di Venezuela dan memfasilitasi perdagangan narkoba ke Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade. Kartel de los Soles sendiri telah ditetapkan sebagai Teroris Global Khusus (SDGT) oleh Departemen Keuangan AS sejak Juli 2025. "For over a decade, Maduro has been a leader of Cartel de los Soles, which is responsible for trafficking drugs into the United States. On July 25, 2025, the U.S. Department of the Treasury designated Cartel de Los Soles as a Specially Designated Global Terrorist (SDGT)," tambah pernyataan itu. Sengketa Pemilu 2024 Selain isu narkotika, legitimasi kekuasaan Maduro juga menjadi sorotan. AS menolak mengakui klaim kemenangan Maduro pada pemilihan presiden 28 Juli 2024 karena tidak adanya bukti yang valid. "Maduro claimed to have won Venezuela’s July 28, 2024, presidential election but failed to present any evidence that he had prevailed. The United States has refused to recognize Maduro as the winner of 2024 election and does not recognize him as the President of Venezuela," tegas Washington. Kini, tantangan "jangan terlalu lama" itu telah dipenuhi Trump, mengakhiri kekuasaan Maduro dengan operasi senyap yang mengejutkan dunia. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK