faktakalbar

Jembatan Ambruk di Garut, BNPB Turun Tangan Bantu Pemulihan Akses Desa Toblong-Sukanegara

Penulis: Redaksi Sunday, 16 November 2025 📖 2 menit
Jembatan Ambruk di Garut, BNPB Turun Tangan Bantu Pemulihan Akses Desa Toblong-Sukanegara
Faktakalbar.id, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) memberikan dukungan penuh untuk percepatan penanganan darurat dan pembangunan jembatan penghubung Desa Toblong Sukanegara di Kabupaten Garut. Jembatan vital ini diketahui ambruk pada Selasa (11/11/2025) lalu. Putusnya jembatan tersebut dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang menyebabkan debit Sungai Cikaengan meningkat tajam. Arus deras kemudian menggerus pondasi jembatan hingga ambruk total. Baca Juga: Kawasan Masih Rawan, BNPB Siapkan Relokasi 28 Keluarga Korban Longsor Cilacap Jembatan ini merupakan akses krusial bagi warga untuk aktivitas pendidikan, perekonomian, dan layanan kesehatan. Akibat bencana ini, mobilitas ribuan warga terhambat, ratusan pelajar terancam tidak dapat bersekolah, dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat terhenti. Sebagai respons awal, Pemerintah Desa bersama aparat setempat telah memasang garis pengaman. BPBD Kabupaten Garut juga menyiagakan tiga perahu karet untuk membantu perpindahan warga secara terbatas. Menindaklanjuti arahan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, tim BNPB telah turun langsung ke lokasi pada Sabtu (15/11/2025). Tim yang dipimpin oleh Plt. Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Kapusdalops), Kolonel TNI Hery Setiono, dan Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat, Agus Riyanto, segera melakukan koordinasi lapangan. Penanganan darurat akan difokuskan pada pembersihan material dan puing jembatan di aliran sungai. Proses ini akan melibatkan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Garut, TNI, Polri, Vertical Rescue, serta warga setempat dengan pendampingan para ahli konstruksi. Selanjutnya, pembangunan jembatan penghubung Desa Toblong Sukanegara akan dilakukan secara paralel dalam bentuk jembatan gantung darurat. Pembangunan ini didanai oleh anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Garut sekitar Rp290 juta dan dirancang agar dapat difungsikan hingga 10 tahun. BNPB turut memberikan dukungan pendanaan sekitar Rp250 juta untuk pekerjaan penguatan tebing sungai menggunakan bronjong, sebagai pelengkap kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah. Baca Juga: Update Bencana BNPB: Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Landa NTB, Jatim, Jabar, dan Malut BNPB menegaskan bahwa fokus utama dari seluruh rangkaian upaya ini adalah keselamatan masyarakat dan pemulihan konektivitas. “Rangkaian upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama serta memulihkan kembali konektivitas dan ketahanan dua desa yang terdampak.” tulis laporan BNPB. Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BNPB mengimbau semua pihak untuk tetap siaga. “Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan perubahan kondisi alam yang dapat menimbulkan bencana susulan, sehingga proses pemulihan dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.” lanjut laporan tersebut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK