faktakalbar

Kadin Indonesia Gelar Diskusi Ekonomi dengan Pengusaha Internasional Senior

Penulis: Redaksi Wednesday, 09 October 2024 📖 2 menit
Kadin Indonesia Gelar Diskusi Ekonomi dengan Pengusaha Internasional Senior
JAKARTA – Kadin Indonesia menggelar diskusi ekonomi bersama pengusaha internasional senior, Hashim S. Djojohadikusumo. Acara ini diawali dengan pengumuman Susunan Kepengurusan Kadin Indonesia Masa Bakti 2024-2029 Tahap Pertama yang dibacakan oleh Sekretaris Formatur Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin 2024, Muyadi Jayabaya Senin, (7/10/2024). Ketua Umum Kadin Indonesia terpilih untuk periode 2024-2029, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa susunan lengkap kepengurusan Kadin Indonesia akan diumumkan setelah disesuaikan dengan Nomenklatur Kementerian, setelah pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Acara diskusi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor bisnis dan pemerintahan. Selain dihadiri para Ketua Umum dan Dewan Pengurus Kadin Provinsi serta para Ketua Umum dan Pengurus Asosiasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia, diskusi juga melibatkan tokoh senior Kadin dan pengusaha nasional. Beberapa tokoh yang turut hadir antara lain Suryo Bambang Sulisto, Sharif Cicip Sutarjo, Bambang Soesatyo, Saleh Husin, Suryani Motik, Shinta Kamdani, Camelita Hartoto, Hary Tanoesoedibjo, Fofo Sariaatmadja, Otto Hasibuan, Aryo P. S. Djojohadikusumo, John Riady, dan Raffi Ahmad. Dalam sambutannya, Anindya Bakrie menyoroti pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dia menegaskan bahwa Kadin akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan ekonomi nasional. "Salah satu poin penting yang disampaikan tadi adalah mengenai pentingnya penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, program pembangunan rumah terjangkau, serta pengelolaan potensi besar dari sumber daya laut Indonesia. Kami di Kadin berharap, apa yang diamanahkan kepada kami sebagai wadah dunia usaha dapat dijalankan dengan lebih erat lagi di era kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka," ujar Anindya. Anindya juga menyinggung pentingnya meningkatkan penerimaan negara tanpa harus menaikkan tarif pajak, dengan fokus pada optimalisasi potensi ekonomi yang ada. Dia menambahkan bahwa program-program strategis seperti pembangunan tanggul dan pengelolaan potensi laut harus mendapatkan perhatian besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan demikian, diskusi ini tidak hanya menjadi ajang untuk bertukar pikiran, tetapi juga untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung kebijakan-kebijakan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia. (ryo)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK