Kandungan Metana 80 Persen, ESDM Pastikan Rembesan Gas di Kapuas Hulu Aman bagi Warga
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU
— Tim Penyelidik Bumi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (
ESDM
) Republik Indonesia turun tangan melakukan pengecekan fenomena rembesan gas di Kapuas Hulu, tepatnya di kawasan Dusun Kubu, Desa Ujung Pandang, Kecamatan Bunut Hilir.
Pengecekan langsung ke lokasi munculnya gas alam tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) sore, guna memastikan tingkat keamanan bagi permukiman warga sekitar.
Baca Juga:
Fenomena Gas Alam di Tepi Sungai Kapuas, Personel Polsek Bunut Hilir Perketat Patroli
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu, Iptu Jamali, menyampaikan bahwa kegiatan penyelidikan tersebut merupakan respons cepat dari aparat usai menerima aduan dan kekhawatiran dari warga setempat.
"Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya rembesan gas di wilayah tersebut," ujar Iptu Jamali memberikan keterangan terkait langkah pengamanan lokasi.
Pemeriksaan awal dan pengambilan sampel gas bumi tersebut berlangsung selama lebih kurang satu jam, dimulai sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.20 WIB.
Tim ahli turun secara langsung ke titik lokasi untuk memastikan kondisi stabilitas lingkungan sekitar, sekaligus melakukan serangkaian uji awal terhadap karakteristik gas yang terus keluar dari titik rembesan di permukaan tanah.
Kegiatan investigasi lapangan ini melibatkan sinergi dari sejumlah pihak terkait. Tim observasi dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penyelidik Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Andi Setiawan, beserta jajaran anggotanya.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Bunut Hilir, Hadis, personel kepolisian dan aparat TNI, serta perwakilan dari pemerintah desa dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di tempat kejadian perkara, tim ahli dari kementerian menyimpulkan bahwa fenomena alam rembesan gas di Kapuas Hulu tersebut didominasi oleh kandungan metana.
"Tim menyimpulkan bahwa gas yang keluar mengandung sekitar 80 persen metana dan dinyatakan tidak berbahaya bagi masyarakat," jelas laporan awal tim di lapangan.
Meskipun terdeteksi memiliki kandungan metana yang cukup tinggi dan dinyatakan relatif aman, otoritas kepolisian bersama pemerintah daerah tetap mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Masyarakat dilarang keras untuk terlalu mendekati titik rembesan dan diinstruksikan untuk selalu menjaga batas jarak aman sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya susulan.
Selama proses pengambilan sampel dan pengecekan berlangsung, situasi di lokasi kejadian terpantau aman, lancar, dan sangat kondusif.
Baca Juga:
Polisi Imbau Warga Jauhi Titik Fenomena Gas Alam di Bunut Hilir Kapuas Hulu
Sampel gas alam yang telah diambil oleh tim penyelidik selanjutnya akan dikirim dan dianalisis lebih lanjut di laboratorium pusat guna mendapatkan data hasil pengujian yang lebih komprehensif.
Pemerintah Kecamatan Bunut Hilir bersama unsur TNI dan Polri menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi secara berkala serta berkoordinasi intensif dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.
(*Red)
Tag:
#polres Kapuas hulu
#gas metana
#Rembesan Gas Di Kapuas Hulu
#Badan Geologi ESDM
#Fenomena Alam Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.