Sempat Mundur, PT PAL Pastikan Kapal Perang Canggih Pesanan Filipina Tiba November 2026
Faktakalbar.id, JAKARTA
– Industri pertahanan Indonesia terus menunjukkan eksistensinya di kancah global.
Angkatan Laut Filipina (
PN
) dijadwalkan akan menerima unit pertama dari dua kapal perang jenis
Strategic Sealift Vessels
(SSV) atau
Landing Platform Docks
(LPD) buatan
PT PAL Indonesia
pada November tahun ini.
Baca Juga:
PT PAL Siap Gelar Sea Trials Kapal Selam Otonom Berbasis AI Tahun 2026
Jadwal pengiriman ini merupakan penyesuaian dari target awal yang sedianya dilakukan pada minggu pertama November 2025.
Pergeseran waktu ini terjadi karena adanya tantangan teknis yang dihadapi pihak pengembang, namun kini telah tertangani dengan baik sesuai kontrak revisi.
Seorang pejabat militer yang mengetahui kesepakatan tersebut mengungkapkan bahwa meskipun ada penyesuaian jadwal, proses pengerjaan terus berjalan.
“Karena beberapa tantangan yang dihadapi oleh pihak pengusul, kapal pertama akan dikirim pada November tahun ini,”
ujar pejabat tersebut, sembari menambahkan bahwa kapal kedua dijadwalkan menyusul pada November 2027.
Kontrak bernilai fantastis sebesar $100,9 juta (sekitar Rp5,59 miliar) ini ditandatangani pada Juni 2022.
Kesepakatan ini mencakup pembangunan dua unit kapal pendaratan dengan bobot 7.200 ton dan panjang 124 meter.
Pihak PT PAL Indonesia menegaskan komitmennya terhadap kualitas dan transparansi proyek ini.
Dalam pernyataan resminya, galangan kapal pelat merah tersebut memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar tinggi yang disepakati kedua negara.
“PT PAL Indonesia memastikan melalui komunikasi intensif dan koordinasi berkelanjutan, setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bertanggung jawab dan transparan sesuai dengan standar kualitas, dan spesifikasi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak,”
tegas manajemen PT PAL.
Baca Juga:
Perkuat Pertahanan, Australia Kucurkan Rp46 Triliun untuk Proyek Kapal Selam Nuklir AUKUS
Secara teknis, pembangunan lunas (
keel laying
) untuk kapal pertama telah dilakukan pada Januari 2024, bersamaan dengan pemotongan baja (
steel cutting
) untuk kapal kedua.
Kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina bukan hal baru. Sebelumnya, pada 2014, Filipina telah memesan dua kapal serupa senilai $92 juta yang kini beroperasi sebagai BRP Tarlac (LD-601) dan BRP Davao del Sur (LD-602).
Kedua kapal tersebut terbukti tangguh dalam berbagai misi, mulai dari patroli di Laut China Selatan, kunjungan diplomasi ke Rusia dan Korea Selatan, hingga misi kemanusiaan pemulangan pekerja migran dari Oman.
Pengadaan kapal ini merupakan bagian dari langkah strategis Filipina yang mengalokasikan anggaran sekitar ₱2 triliun (USD 35 miliar) untuk modernisasi militer dalam satu dekade ke depan, merespons dinamika keamanan di kawasan.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.