Kasus Rabies Meningkat di Kapuas Hulu, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Massal
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU -
Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di
Kapuas Hulu
masih tergolong tinggi. Menurut data terbaru dari Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, sepanjang tahun 2025 telah tercatat 168 kasus gigitan.
Kecamatan Seberuang menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yaitu 53 kasus, sementara Kecamatan Badau mencatat kasus terendah dengan hanya 1 kasus.
Baca Juga:
Tingginya Kasus Gigitan Rabies di Kalbar: Peran Aktif Pemilik Hewan Sangat Penting
Menanggapi situasi ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu bekerja sama dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalbar Satuan Pelayanan (Satpel) Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau mengadakan vaksinasi rabies massal dan layanan kesehatan hewan gratis.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, (27/9/2025), di halaman Kantor Karantina PLBN Badau dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2025.
Mengusung tema "Act Now: You, Me and Community," acara ini menargetkan hewan peliharaan dan HPR milik warga di Kecamatan Badau dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan sebenarnya sudah dimulai sejak 19 September dengan agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para pelajar.
KIE ini menjangkau 250 siswa SMAN 1 Badau, 116 siswa SMPN 1 Empanang, dan 62 siswa SMAN 1 Empanang.
Baca Juga:
Akhir Status KLB Rabies di Sanggau, Vaksinasi Hewan Mencapai 99,98 Persen
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Maryatiningsih, menjelaskan pentingnya edukasi ini, terutama bagi anak-anak.
"KIE ini penting karena 40 persen kasus gigitan HPR terjadi pada anak-anak usia sekolah. Mereka kita harapkan bisa menjadi duta rabies bagi keluarga, teman, dan lingkungannya," ujarnya.
Adrian Prasetiyo, Penanggung Jawab BKHIT Kalbar Satpel PLBN Nanga Badau, memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan ini.
Menurutnya, kerja sama ini penting untuk menciptakan perbatasan yang sehat.
"Perbatasan adalah miniatur Indonesia. Kehadiran semua stakeholder harus dimanfaatkan untuk mewujudkan masyarakat perbatasan yang sehat dan bebas rabies. Jika masyarakat sehat, kesejahteraan akan menyusul," tegasnya.
Pentingnya vaksinasi rabies massal juga ditekankan oleh Maryatiningsih. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan hewan peliharaan berkeliaran dan rutin memberikan vaksin.
"Pengendalian rabies memerlukan pendekatan one health melalui kerja sama lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat. Kami akan terus menggencarkan vaksinasi rabies dan edukasi yang tepat agar Kapuas Hulu bebas rabies," pungkasnya.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menekan angka kasus gigitan dan mewujudkan Kapuas Hulu bebas rabies.
Baca Juga:
Haryono Linoh Imbau Warga Sintang Segera Ke Puskesmas Jika Digigit Hewan Pembawa Rabies
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.