Operasi Epic Fury: Persenjataan Rudal Iran Jadi Penentu Konfrontasi Regional
Faktakalbar.id, TEHERAN
– Kekuatan rudal
Iran
kini menjadi faktor operasional penentu dalam
Operasi Epic Fury
, menempatkan pangkalan Amerika Serikat, infrastruktur sekutu, serta jalur pelayaran strategis dalam jangkauan serangan yang tumpang tindih.
Baca Juga:
Atas Perintah Presiden, CENTCOM Luncurkan Operation Epic Fury Gempur Kekuatan Militer Iran
Berdasarkan laporan teknis, hasil dari konfrontasi ini tidak hanya bergantung pada jumlah persediaan rudal, tetapi pada kemampuan
Teheran
mengoordinasikan serangan saturasi skala besar, Minggu (01/3/2026).
Teheran saat ini memiliki salah satu inventaris rudal paling beragam di kawasan Timur Tengah.
Persenjataan tersebut mencakup rudal balistik jarak pendek dan menengah, rudal jelajah serangan darat, hingga sistem anti-kapal.
Perkiraan analitis sumber terbuka menunjukkan Iran memiliki antara 6.000 hingga 10.000 rudal di berbagai kategori, dengan sekitar 800-1.000 unit telah menjalani modernisasi elektronik dan propelan dalam beberapa bulan terakhir.
"Variabel penentu melampaui jumlah rudal mentah, mencakup daya tahan peluncur bergerak, lokasi penyimpanan yang diperkuat, serta kemampuan untuk mengatur salvo terkoordinasi yang mampu melumpuhkan jaringan pertahanan udara regional,"
tulis laporan analisis militer tersebut.
Pada jarak taktis (150-800 km), keluarga rudal Fateh-110 dan Fateh-313 berbahan bakar padat menjadi ancaman utama bagi instalasi AS di Irak, Kuwait, dan Arab Saudi karena waktu persiapan peluncurannya yang sangat singkat.
Sementara itu, untuk jangkauan strategis, rudal Sejjil dan Khorramshahr dengan jangkauan hingga 2.000 km mampu menjangkau Israel hingga Eropa Tenggara.
Baca Juga:
KBRI Keluarkan Imbauan Darurat untuk WNI di Iran
Di sisi pertahanan, Amerika Serikat dan sekutu mengandalkan 15 hingga 20 baterai Patriot PAC-3 yang tersebar di posisi operasional.
Namun, doktrin pertahanan yang membutuhkan dua rudal pencegat untuk satu rudal balistik lawan menciptakan tantangan logistik yang besar.
Serangan beruntun yang mendekati angka 2.000 rudal dikhawatirkan dapat melebihi persediaan pencegat siap pakai tanpa adanya bala bantuan cepat dari sistem THAAD atau kapal perang Aegis.
Keberhasilan Operasi Epic Fury kini berada dalam margin sempit antara massa rudal ofensif Iran dan daya tahan sistem pertahanan defensif sekutu.
Jika serangan sekutu gagal melumpuhkan lokasi peluncuran dan simpul komando sebelum ambang batas saturasi tercapai, arsitektur pertahanan rudal regional akan menghadapi uji stres yang berkepanjangan.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.