Keluarga Minta Keadilan: Kejanggalan di Balik Kematian Aktivis Vian Ruma di Nagekeo
Faktakalbar.id, NAGEKO -
Keluarga dari aktivis lingkungan,
Rudolfus Oktavianus Ruma
atau
Vian
, mendesak kepolisian untuk transparan dalam mengusut tuntas penyebab kematiannya.
Vian ditemukan meninggal dengan leher terjerat tali sepatu di sebuah pondok di
Nagekeo, Nusa Tenggara Timur
, pada Jumat (5/9/2025).
Baca Juga:
Trik Menyimpan Sayuran Tanpa Kulkas agar Tetap Segar
Adik Vian,
Jemi Piru
, menyuarakan harapan keluarga agar kasus ini diungkap secara terang benderang.
"Kami berharap ada transparansi [pengungkapan], agar kakak bisa pergi dengan tenang," ucapnya.
Keraguan keluarga berpusat pada sejumlah kejanggalan, terutama pada kondisi jenazah saat ditemukan.
Rikardus Mbusa
, adik pertama Vian, menyoroti posisi kaki kakaknya yang menyentuh lantai bambu dengan lutut sedikit tertekuk.
"Kakinya mestinya dalam posisi tergantung dan tidak menyentuh lantai [jika bunuh diri]," kata Rikardus.
Karena kejanggalan ini, keluarga yang sebelumnya telah memakamkan Vian berencana melakukan
ekshumasi
untuk kepentingan penyidikan.
Bagi keluarga, Vian dikenal sebagai sosok yang kuat, bijak, dan religious.
Ia digambarkan sebagai pribadi yang selalu memberi solusi dan jauh dari citra orang yang akan mengakhiri hidupnya sendiri.
"Itu hal utama kenapa kami tidak terima sosok kakak kami sampai bunuh diri," tegas Rikardus.
Meskipun keluarga siap menerima jika hasil investigasi membuktikan Vian bunuh diri, mereka tetap menuntut kejelasan.
"Kami minta kronologi jelas sampai kakak kami meninggal," tambahnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu informasi valid dari pihak kepolisian.
Baca Juga:
Dugaan Penyerobotan Lahan Warisan Pahlawan di Pontianak, Keluarga Desak Tindak Lanjut Polda Kalbar
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.