faktakalbar

Kementerian ATR/BPN Rumuskan Transformasi Organisasi Berbasis Kewilayahan

Penulis: Redaksi Friday, 15 May 2026 📖 1 menit
Kementerian ATR/BPN Rumuskan Transformasi Organisasi Berbasis Kewilayahan
JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menyusun langkah transformasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) pada tingkat Kantor Pertanahan (Kantah). Perubahan ini mengalihkan paradigma lama yang bersifat tematik menjadi pendekatan berbasis kewilayahan. Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas kompleksitas wilayah Indonesia yang sangat beragam. Transformasi tersebut bertujuan agar BPN dapat bekerja lebih efektif dan memastikan pelayanan publik tetap maksimal di seluruh daerah. Baca Juga:  Kementerian ESDM Tunda Rilis Kajian Dugaan Tambang Ilegal Penyebab Banjir Sumatra “Bagaimana kemudian BPN dapat bekerja lebih efektif di tengah kompleksitas wilayah Indonesia yang sangat beragam, agar lebih menjaga upaya pelayanan publik yang maksimal,” kata Ossy dalam keterangannya, Kamis (14/5). Hingga saat ini, struktur organisasi Kantah masih terbagi dalam beberapa seksi teknis, meliputi Seksi Survei dan Pemetaan, Penetapan Hak dan Pendaftaran, Penataan dan Pemberdayaan, Pengadaan Tanah dan Pengembangan, serta Pengendalian dan Penanganan Sengketa. Ossy menilai model yang menitikberatkan pada penguasaan fungsi teknis ini perlu diperkuat dengan pendekatan wilayah guna meningkatkan penguasaan lapangan dan dinamika kerja. Dalam tahap awal perumusan ini, Ossy menginstruksikan seluruh jajaran di Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantah untuk melakukan kajian mendalam. Harapannya, struktur baru ini nantinya mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih cepat, tepat, dan responsif. Penerapan OTK berbasis wilayah diproyeksikan membawa sejumlah manfaat strategis, di antaranya memperkuat pemahaman kondisi di lapangan, memperbaiki rentang kendali organisasi, serta meningkatkan deteksi dini terhadap potensi persoalan pertanahan. Selain itu, transformasi ini juga dirancang untuk mendukung integrasi layanan yang sepenuhnya berbasis data digital dan spasial. Baca Juga: Anggaran Kementerian Dipangkas, Pemerintah Pastikan Program MBG dan Bansos Tetap Aman

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK