faktakalbar

Kesiapsiagaan Bencana Indonesia Menjadi Sorotan dalam Kunjungan Wakil PM Malaysia

Penulis: Redaksi Tuesday, 22 April 2025 📖 1 menit
Kesiapsiagaan Bencana Indonesia Menjadi Sorotan dalam Kunjungan Wakil PM Malaysia
Faktakalbar.id, NASIONAL - Komitmen Indonesia dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana mendapat perhatian dari negara tetangga. Dalam kunjungannya ke BNPB , Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, menilai sistem tanggap darurat dan manajemen risiko bencana Indonesia sangat layak dijadikan contoh. Dalam pertemuan dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, Wakil PM Malaysia mendengarkan paparan tentang sistem penanggulangan bencana yang diterapkan Indonesia. Suharyanto menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya menghadapi satu jenis bencana, tapi spektrumnya luas, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung api hingga bencana hidrometeorologi. Baca Juga: Wakil PM Malaysia Apresiasi Sistem Penanggulangan Bencana Indonesia “Indonesia secara aktif terus membangun sistem peringatan dini, seperti melalui program IDRIP dan kerja sama dengan Pemerintah Spanyol untuk mengembangkan ekosistem aksi dini,” ujar Suharyanto. Untuk musim kemarau, BNPB telah membentuk desk khusus satuan tugas guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. “Kami sudah bersiaga penuh mulai Mei ini,” katanya. Wakil PM Malaysia juga mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan AHA Centre yang ada di Graha BNPB, guna melihat secara langsung sistem koordinasi informasi dan manajemen darurat. Ia mengaku kagum dengan sistem yang terintegrasi tersebut. “Bencana alam ini tidak bisa diprediksi. Meski ada sistem peringatan dini, manajemennya tetap harus tangguh dan responsif,” katanya dalam konferensi pers. Ia berharap NADMA, lembaga penanggulangan bencana Malaysia, bisa mempererat kerja sama dengan BNPB dan AHA Centre dalam membangun ketangguhan kawasan Asia Tenggara. Baca Juga: BNPB dan EMERCOM Rusia Jajaki Kerja Sama Penanggulangan Bencana

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK