Kinerja Anjlok, Ritel Target AS Umumkan PHK Massal 1.800 Karyawan
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL –
Raksasa ritel asal Amerika Serikat (AS), Target Corp, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak pada sekitar 1.800 karyawan
korporat
.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk memulihkan kinerja bisnis perusahaan yang terus menurun.
Kebijakan ini diumumkan oleh CEO baru Target, Michael Fiddelke, melalui memo internal pada Kamis (24/10/2025).
PHK ini menjadi yang terbesar bagi perusahaan tersebut dalam hampir satu dekade terakhir.
Baca Juga:
Imigrasi, Shutdown, dan Bendera One Piece: Ragam Simbol dalam Demo ‘No Kings’ Lawan Trump
Fiddelke, yang akan resmi menjabat pada Februari tahun depan, menyatakan langkah ini diperlukan untuk menyederhanakan operasional.
"Terlalu banyak lapisan dan pekerjaan yang saling tumpang tindih memperlambat pengambilan keputusan, sehingga ide-ide sulit diwujudkan. Ini adalah langkah yang diperlukan untuk membangun masa depan Target," tulis Fiddelke dalam memonya, seperti dilansir Reuters.
PHK ini diambil di tengah kondisi bisnis yang sulit.
Target telah mengalami 11 kuartal berturut-turut dengan penjualan sebanding yang
stagnan
atau menurun.
Harga saham perusahaan juga telah anjlok hampir sepertiga sepanjang tahun ini, tertinggal dari para pesaingnya.
Perusahaan menghadapi tekanan ganda dari penurunan permintaan konsumen terhadap barang non-esensial seperti pakaian dan elektronik, serta dampak tarif impor AS.
PHK 1.800 karyawan ini mencakup sekitar 8 persen dari total tenaga kerja korporat Target. Selain itu, perusahaan juga akan menutup 800 posisi yang saat ini masih kosong.
Pihak perusahaan menegaskan kebijakan ini hanya berdampak pada posisi manajerial di kantor pusat, sementara pekerja di toko ritel dan rantai pasokan tidak akan terpengaruh.
Baca Juga:
Permintaan Prabowo Bertemu Anak Trump Jadi Lelucon di TV AS, Istana Sebut Hubungan Dekat
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.