Konflik Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Meroket
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL -
Harga
minyak mentah
dunia bergerak naik secara signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026). Pelaku pasar merespons negatif situasi geopolitik di Iran yang kian memanas akibat gelombang protes besar-besaran.
Reuters melaporkan bahwa harga minyak mentah berjangka
Brent
mengalami kenaikan sebesar 31 sen atau 0,49 persen ke level US$ 63,65 per barel.
Baca Juga:
Reza Pahlavi Muncul Tawarkan Diri Pimpin Transisi Iran, Ambisi Monarki di Tengah Oposisi yang Terpecah
Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak mentah
West Texas Intermediate
(WTI) Amerika Serikat yang menguat 30 sen atau 0,51 persen menjadi US$ 59,42 per barel.
Analis pasar menilai ketegangan di Iran menjadi pemicu utama tren kenaikan ini. Demonstrasi yang terus berlanjut memunculkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global.
Analis ANZ, Daniel Hynes, dalam catatannya menegaskan besarnya risiko gangguan pasokan tersebut.
“Situasi ini menempatkan setidaknya 1,9 juta barel ekspor minyak per hari dalam risiko gangguan,” tulis Daniel Hynes.
AS Pantau Situasi, Venezuela Siap Ekspor
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berencana memanggil penasihat seniornya pada Selasa besok untuk membahas eskalasi konflik tersebut.
Trump sebelumnya sempat melontarkan ancaman intervensi jika kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut.
Di tengah ketidakpastian Timur Tengah, dinamika berbeda terjadi di Amerika Selatan. Venezuela bersiap melanjutkan ekspor minyak pasca perubahan kepemimpinan nasional.
Baca Juga:
Prabowo Resmikan Kilang Minyak Terbesar RI Senilai Rp123 Triliun
Pemerintah setempat menyatakan kesiapannya menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat.
Kabar ini memicu persaingan ketat di antara perusahaan minyak global. Raksasa perdagangan komoditas seperti Trafigura bergerak cepat mencari kapal tanker untuk mengangkut pasokan dari pelabuhan Venezuela yang mulai kembali beroperasi.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.