Kontroversi Iklan Sydney Sweeney: Dari Tudingan Rasisme Hingga Pujian Donald Trump
faktakalbar.id, INTERNASIONAL -
Sebuah iklan dari merek fashion
American Eagle
yang menampilkan aktris Sydney Sweeney telah memicu kontroversi luas.
Iklan yang diduga mengandung unsur rasisme dan menyinggung genetika ini menjadi perbincangan panas, terlebih setelah afiliasi politik sang aktris terungkap ke publik dan menarik perhatian tokoh politik papan atas, termasuk Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga:
China Respons Kesepakatan Dagang Indonesia-AS dan Sikap Tarif Balasan
Kontroversi ini berpusat pada kampanye American Eagle yang bertajuk "Sydney Sweeney Has Great Jeans".
Frasa ini dinilai sebagai permainan kata yang merujuk pada "great genes" (gen-gen hebat), sehingga banyak pihak menganggapnya sebagai pengagungan terhadap warisan kulit putih dan citra tubuh langsing yang dimiliki bintang serial
Euphoria
tersebut.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyamakan konsep iklan ini dengan "propaganda Nazi".
Situasi semakin memanas ketika
Variety
pada Senin (4/8) melaporkan bahwa Sydney Sweeney terdaftar sebagai pemilih dari Partai Republik di Florida untuk Pilpres 2024.
Informasi inilah yang menjadi dasar bagi Donald Trump untuk memberikan komentarnya.
Baca Juga:
Penunjukan Nick Adams Sebagai Dubes AS Tuai Penolakan Warga Malaysia
Saat bersiap menaiki Air Force One di Allentown, Pennsylvania, pada Minggu (3/8), Trump melontarkan pujian setelah mengetahui afiliasi politik Sweeney.
"Oh dia terdaftar sebagai Republican? Oke sekarang saya menyukai iklannya! Jika Sydney Sweeney terdaftar sebagai Republican, saya rasa iklan dia luar biasa!" ujarnya.
Menanggapi kontroversi tersebut, pihak American Eagle memberikan pernyataan resmi yang mendukung kampanye mereka.
"Sydney Sweeney Has Great Jeans, selalu tentang jeans. Jeans-nya. Kisahnya. Kami akan terus merayakan bagaimana semua orang mengenakan jeans AE mereka dengan percaya diri, dengan cara mereka sendiri. Jeans yang bagus terlihat bagus untuk semua orang." tulis keterangan resmi American Eagle dikutip dati
CBS Minnesota
.
Gedung Putih pun tidak tinggal diam. Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menyebut kritikan yang muncul sebagai contoh utama dari "budaya pembatalan yang tak terkendali."
"Pemikiran liberal yang menyimpang, tolol, dan bodoh ini adalah alasan utama rakyat Amerika memilih seperti itu pada 2024. Mereka muak dengan omong kosong ini." kata Steven.
Hingga saat ini, Sydney Sweeney sendiri belum memberikan komentar secara terbuka mengenai polemik yang dipicu oleh kampanyenya.
Baca Juga:
AS dan Indonesia Capai Kesepakatan Perdagangan, Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen
Ia dilaporkan tengah disibukkan dengan proses syuting
Euphoria season 3
dan baru saja menghadiri pemutaran khusus untuk film terbarunya,
Americana
, pada Minggu (3/8/2025).
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.