Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Barak Karyawan Sawit di Kapuas Hulu
Faktakalbar.id - Kebakaran menghanguskan barak karyawan milik Sungai Serawi Estate PT Kapuasindo Palm Industry di Dusun Kayu Baung, Desa Keling Panggau, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Jumat malam.
Faktakalbar.id - Kebakaran menghanguskan barak karyawan milik Sungai Serawi Estate PT Kapuasindo Palm Industry di Dusun Kayu Baung, Desa Keling Panggau, Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Jumat malam.
Peristiwa yang melahap Barak Nomor 2 di Divisi 3 Blok N 67 tersebut terjadi sekitar pukul 22.05 WIB saat sebagian besar pekerja tengah tertidur pulas.
Api diduga dipicu oleh korsleting arus pendek listrik akibat kelebihan daya pada jaringan listrik induk yang mengalir ke arah pemukiman karyawan.
Seorang karyawan bernama Jefri Martinus Ala pertama kali melihat percikan api muncul dari bagian atas plafon sebelum merambat luas.
Jefri langsung berteriak membangunkan penghuni barak lainnya sehingga para pekerja berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Konstruksi bangunan yang mayoritas berbahan kayu rapuh membuat si jago merah dengan cepat meratakan struktur bangunan.
Puluhan pekerja bersama staf perusahaan berjibaku memadamkan api mengandalkan mesin pemompa air Robin serta unit pemadam kebakaran.
Kobaran api baru berhasil dikendalikan total oleh tim pemadam di lokasi kejadian pada Sabtu dini hari pukul 00.20 WIB.
Kapolsek Empanang S.H. Purba mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran pemukiman kebun sawit tersebut.
“Personel telah melakukan pengecekan dan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga akibat arus pendek listrik. Namun, pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian,” ujar Purba.
Aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti dari TKP berupa potongan kabel, tabung gas 3 kilogram, sisa kayu, dan kepingan seng.
Total kerugian materiil akibat terbakarnya fasilitas tempat tinggal pekerja tersebut ditaksir mencapai Rp250 juta.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.