faktakalbar

Krakatau Steel Targetkan Pasokan Baja Industri Galangan Kapal Tumbuh Dua Digit

Penulis: Redaksi Friday, 20 February 2026 📖 1 menit
Krakatau Steel Targetkan Pasokan Baja Industri Galangan Kapal Tumbuh Dua Digit
Faktakalbar.id, JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) memproyeksikan lonjakan signifikan pada kebutuhan pasokan baja untuk industri galangan kapal nasional dengan target pertumbuhan mencapai angka dua digit. Baca Juga:   Sempat Mundur, PT PAL Pastikan Kapal Perang Canggih Pesanan Filipina Tiba November 2026 Saat ini, perseroan secara rutin memasok sedikitnya 400.000 ton baja per tahun untuk memenuhi kebutuhan rutin industri maritim tanah air, Jumat (20/2/2026). Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio KRAS, Hernowo, mengungkapkan optimisme tersebut seiring dengan upaya penguatan industri maritim Indonesia. Melalui amanat dari Danantara, Krakatau Steel didorong untuk memasok baja ke PT PAL Indonesia sebagai pionir galangan kapal guna memastikan penyerapan bahan baku lokal semakin masif. “Jadi sekarang Krakatau Steel itu satu tahun kira-kira mensuplai 400.000 ton. Ya, sekitar segitu per tahun rutin, ya kebutuhan rutin. Jadi kalau ini size-nya seperti itu, itu growth-nya signifikan itu,” ujar Hernowo. Hernowo menekankan bahwa penguatan industri maritim nasional harus berjalan beriringan dengan penggunaan bahan baku dalam negeri. Baca Juga:   Sempat Mundur, PT PAL Pastikan Kapal Perang Canggih Pesanan Filipina Tiba November 2026 Ia menilai kapasitas industri kapal domestik memiliki potensi untuk tumbuh hingga dua kali lipat, dengan catatan material utama yang digunakan tidak berasal dari impor. Sejalan dengan visi tersebut, Danantara Indonesia melalui COO Dony Oskaria sebelumnya menegaskan komitmen untuk menjadikan BUMN sektor manufaktur perkapalan dan kereta api sebagai penyerap utama stok baja produksi KRAS. Danantara mewajibkan perusahaan di lingkupnya, seperti PT PIS, PT Pelni, dan PT ASDP, untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di fasilitas galangan milik PT PAL Indonesia. Langkah integrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat mempercepat industrialisasi di berbagai aspek strategis serta mengurangi ketergantungan pada material luar negeri guna memperkuat kedaulatan industri manufaktur nasional. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK