faktakalbar

Krisis Kemanusiaan Nigeria: 52.250 Umat Kristen Dibunuh Sejak 2009

Penulis: Redaksi Wednesday, 08 October 2025 📖 2 menit
Krisis Kemanusiaan Nigeria: 52.250 Umat Kristen Dibunuh Sejak 2009
Faktakalbar.id , INTERNASIONAL - Nigeria menghadapi krisis kemanusiaan yang mengerikan akibat kekerasan brutal yang terus meningkat oleh kelompok ekstremis Islam, terutama Boko Haram dan milisi Fulani. Menurut laporan dari International Society for Civil Liberties and Rule of Law (Intersociety) , setidaknya 52.250 umat Kristen telah dibunuh secara brutal sejak tahun 2009.  Data tragis menunjukkan bahwa selama delapan tahun kepemimpinan mantan Presiden Muhammadu Buhari (2015–2023), lebih dari 30.000 korban tewas, sementara ribuan lainnya diculik, diusir, atau kehilangan tempat ibadah mereka. Kekerasan ini mencapai puncaknya pada tahun 2025. Baca Juga:  Langkah Berani Kolombia: Dari Kecaman Hingga Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel Laporan Intersociety mencatat bahwa 7.087 orang Kristen dibantai hanya dalam 220 hari pertama tahun 2025 saja, dengan rata-rata 32 korban setiap hari. Selain itu, 7.899 orang Kristen diculik oleh sekitar 22 kelompok jihadis yang beroperasi di Nigeria.  Kelompok-kelompok ini memiliki satu tujuan besar, yaitu melenyapkan kekristenan dari Nigeria dalam waktu 50 tahun. Target Bukan Hanya Manusia Target kelompok ekstremis bukan hanya manusia. Selama 14 tahun terakhir, lebih dari 19.100 gereja dan 2.200 sekolah Kristen telah dihancurkan. Akibatnya, 1.100 komunitas Kristen dipaksa mengungsi. Serangan paling parah terjadi di Negara Bagian Benue, tempat lebih dari 1.100 umat Kristen dibunuh hanya dalam beberapa bulan.  Serangan brutal ini sering disertai penculikan massal, termasuk terhadap ratusan pendeta dan pastor Katolik, banyak di antaranya dibunuh secara keji. Umat Kristen di Nigeria hidup dalam ancaman terus-menerus.  Kedua kelompok ekstremis tersebut menargetkan desa-desa Kristen.  Mereka melakukan pembunuhan massal, membakar rumah, serta ladang warga. Serangan itu telah memaksa lebih dari 5 juta orang Kristen mengungsi ke kamp-kamp internal maupun lintas perbatasan. Selain merebut wilayah, ekstremis juga melakukan pembersihan agama dan etnis.  Pengamat menyebut bahwa militan berusaha menyingkirkan tanah air di Nigeria dan Afrika Barat, menggantikan komunitas Kristen yang telah hidup di wilayah itu selama ribuan tahun. Seruan untuk Aksi Internasional Emeka Umeagbalasi , perwakilan dari Intersociety, mendesak komunitas internasional untuk menetapkan kembali Nigeria sebagai Negara dengan Perhatian Khusus (CPC) atas pelanggaran kebebasan beragama yang parah. Ia menilai penghapusan status tersebut oleh pemerintahan Biden pada tahun 2021 membuat kekerasan semakin meningkat. Lembaga seperti Open Doors dan Aid to the Church in Need (ACN) mendukung seruan ini.  Mereka mencatat bahwa Nigeria kini menyumbang hampir 89% korban Kristen di seluruh dunia.  Lembaga-lembaga ini menegaskan bahwa dunia tidak boleh lagi berdiam diri terhadap pembantaian ini. Tragedi ini adalah pembantaian massal yang berlangsung di bawah kelalaian negara dan diamnya dunia. Lembaga HAM menegaskan, Nigeria kini menyumbang hampir seluruh korban Kristen di dunia.  Hentikan kebencian dan kekerasan atas nama agama, di mana pun! Baca Juga:  Peran Strategis Penyuluh Agama dalam Menjaga Kerukunan Masyarakat (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK