faktakalbar

Krisis Memori Global 2026: Harga Router Broadband dan Set-Top Box Terancam Naik Drastis Akibat Lonjakan DRAM & NAND

Penulis: Dimas Wednesday, 18 February 2026 📖 2 menit
Krisis Memori Global 2026: Harga Router Broadband dan Set-Top Box Terancam Naik Drastis Akibat Lonjakan DRAM & NAND
Faktakalbar.id, TEKNO – Industri teknologi tengah menghadapi tantangan serius akibat "efek domino" krisis memori global. Perangkat konsumen seperti router broadband dan set-top box (STB) diprediksi akan mengalami kenaikan harga signifikan dalam waktu dekat. Pemicu utamanya adalah lonjakan harga komponen memori jenis DRAM dan NAND yang meroket lebih dari 600 persen dalam setahun terakhir. Kenaikan drastis ini dipicu oleh tingginya permintaan memori untuk server kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan margin keuntungan jauh lebih besar bagi produsen chip. Baca Juga: Panduan Praktis Cara Cek SSD Laptop Tanpa Aplikasi Tambahan: Cepat, Akurat, dan Bisa Dilakukan Sendiri Perangkat Broadband Terdampak Paling Parah Menurut laporan terbaru dari Counterpoint Research yang dirilis pertengahan Februari 2026, segmen perangkat broadband menjadi yang paling menderita dibandingkan segmen lainnya. Data menunjukkan bahwa dalam sembilan bulan terakhir, harga memori untuk perangkat broadband naik hampir tujuh kali lipat. Sebagai perbandingan, kenaikan harga memori untuk smartphone "hanya" berada di angka tiga kali lipat. Baca Juga: Krisis Chip Memori 2026: Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Naik Jadi Rp23,5 Juta, Bonus Pre-order Terancam Dipangkas Beban Biaya Produksi Membengkak Krisis pasokan ini mengubah struktur biaya material atau bill of materials (BOM) perangkat secara drastis. Berikut adalah poin-poin utama dampak finansialnya: Porsi Biaya Memori : Setahun lalu, komponen memori hanya menyumbang sekitar 3 persen dari total biaya pembuatan router. Kini, porsinya melonjak hingga lebih dari 20 persen. Segmen Rentan: Dampak paling terasa dialami oleh router kelas bawah ( low-end ) dan menengah yang memiliki margin keuntungan tipis. Durasi Krisis: Counterpoint memprediksi tren kenaikan harga ini akan terus berlanjut setidaknya hingga Juni 2026. Ancaman Bagi Ekspansi Layanan Internet Kondisi ini menjadi alarm bagi perusahaan telekomunikasi yang tengah agresif melakukan ekspansi layanan broadband berbasis fiber maupun Fixed Wireless Access (FWA) pada tahun 2026. Tingginya harga perangkat pelanggan seperti router dan CPE ( Customer Premises Equipment ) berpotensi menghambat ketersediaan stok di pasar. Tekanan biaya diperkirakan makin tinggi seiring tren operator yang mulai mendorong penggunaan CPE berbasis AI, yang secara teknis membutuhkan kapasitas komputasi dan memori jauh lebih besar. Masyarakat disarankan untuk melakukan pembelian perangkat jaringan lebih awal jika memungkinkan, sebelum penyesuaian harga di tingkat retail diberlakukan secara luas oleh para produsen. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK