faktakalbar

Efek Domino AI: Setelah RAM, Kini Giliran Hard Disk (HDD) Terancam Langka dan Mahal Sepanjang 2026

Penulis: Dimas Thursday, 19 February 2026 📖 2 menit
Efek Domino AI: Setelah RAM, Kini Giliran Hard Disk (HDD) Terancam Langka dan Mahal Sepanjang 2026
Faktakalbar.id, TEKNO – Investasi besar-besaran terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mulai memicu krisis pasokan komponen di industri teknologi global. Setelah kelangkaan memori DRAM dan NAND, kini giliran perangkat penyimpanan Hard Disk Drive (HDD) yang terancam langka dan mengalami kenaikan harga drastis sepanjang tahun 2026. Produsen media penyimpanan raksasa, Western Digital (WD), mengungkapkan bahwa kapasitas produksi HDD mereka untuk tahun kalender 2026 hampir seluruhnya sudah habis terjual ( sold out ). Mayoritas stok tersebut telah dipesan oleh perusahaan penyedia layanan cloud dan pusat data berskala besar yang tengah membangun infrastruktur AI. Baca Juga: Krisis Memori Global 2026: Harga Router Broadband dan Set-Top Box Terancam Naik Drastis Akibat Lonjakan DRAM & NAND Didominasi Pasar Enterprise dan Cloud Dalam paparan kinerja kuartal kedua 2026, CEO Western Digital, Irving Tan, menyebutkan bahwa sekitar 89 persen pendapatan perusahaan kini berasal dari segmen cloud dan enterprise . Sebaliknya, kontribusi pasar konsumen ritel hanya tersisa sekitar 5 persen saja. "Kami memiliki purchase order tetap dari tujuh pelanggan terbesar kami. Bahkan, kami sudah menandatangani perjanjian jangka panjang hingga tahun 2027 dan 2028," jelas Irving Tan. Mengapa AI Membutuhkan HDD? Meskipun SSD unggul dalam hal kecepatan, HDD tetap menjadi pilihan utama untuk pengembangan AI dalam skala masif karena alasan efisiensi biaya. AI membutuhkan ruang penyimpanan yang luar biasa besar untuk menyimpan: Data pelatihan ( training data ) Log inferensi Data hasil scraping web Cadangan sistem ( backup ) Hard disk menawarkan biaya per terabyte yang jauh lebih murah dibandingkan SSD, sehingga menjadi tumpuan utama untuk penyimpanan cold dan warm data (data yang jarang diakses namun wajib disimpan). Dampak Buruk Bagi Konsumen Ritel Kondisi ini diprediksi akan menciptakan tekanan harga di pasar konsumen. Industri HDD global saat ini hanya didominasi oleh tiga pemain besar: Seagate, Western Digital, dan Toshiba. Baca Juga: Krisis Chip Memori 2026: Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Naik Jadi Rp23,5 Juta, Bonus Pre-order Terancam Dipangkas Karena kapasitas produksi tidak bisa ditingkatkan secara instan, konsumen rumahan kemungkinan besar akan terdampak: Harga PC dan Laptop Naik: Produk jadi seperti PC prebuilt atau laptop gaming berpotensi mengalami kenaikan harga atau pemangkasan kapasitas penyimpanan agar harga tetap kompetitif. Mimpi Buruk Perakit PC: Bagi mereka yang hobi merakit PC sendiri atau kreator konten yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar, harga HDD di pasaran ( spot price ) diprediksi akan terus merangkak naik hingga paruh pertama 2026. Efek Merembet ke SSD: Jika konsumen beralih ke SSD sebagai alternatif penyimpanan besar, tekanan permintaan tersebut juga bisa mendorong harga SSD ikut naik. Situasi ini memperpanjang daftar "mimpi buruk" bagi industri teknologi di tahun 2026. Sebelumnya, lembaga riset IDC juga telah memperingatkan bahwa krisis memori RAM ( DRAM ) dan internal storage (NAND) akan membuat pasar PC global lesu karena harga komponen yang semakin tidak terjangkau. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK