Laporan Lengkap BNPB: Rentetan Bencana dari Banjir Hingga Puting Beliung dalam Sepekan
Faktakalbar.id, NASIONAL –
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (
BNPB
) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang didominasi cuaca ekstrem telah melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Kejadian yang berlangsung pada periode 12-15 Oktober 2025 ini menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga lahan pertanian.
Baca Juga:
BNPB: 27 Bencana Landa Indonesia dalam 24 Jam, Jawa Tengah Paling Terdampak
Angin Kencang dan Puting Beliung di Berbagai Daerah
Di Pulau Jawa, cuaca ekstrem menerjang empat daerah. Angin puting beliung melanda Kecamatan Tiris, Probolinggo, Jawa Timur, merusak 22 rumah warga. Masih di Jawa Timur, angin kencang di Pamekasan menyebabkan 24 bangunan rusak dan enam warga luka-luka.
Kejadian serupa di Klaten, Jawa Tengah, merusak belasan bangunan dan menumbangkan 18 pohon. Sementara di Cimahi, Jawa Barat, angin kencang merusak 32 rumah dan dua fasilitas umum.
Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di luar Jawa. Di Kecamatan Woja, Dompu, Nusa Tenggara Barat, sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan.
Sedangkan di Kecamatan Duampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan, angin kencang menumbangkan sejumlah pohon yang merusak 21 rumah dan memutus kabel listrik.
BPBD di masing-masing daerah telah turun tangan melakukan penanganan darurat dan menyalurkan bantuan.
Baca Juga:
BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Waspada
Banjir Rendam Ratusan Rumah
Tidak hanya cuaca ekstrem, bencana hidrometeorologi basah berupa banjir juga merendam ratusan rumah di dua provinsi.
Di Kota Pekanbaru, Riau, banjir yang terjadi sejak Minggu (12/10) menyebabkan 56 unit rumah terendam.
Banjir yang lebih parah terjadi di Kecamatan Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatra Utara, pada Selasa (14/10).
Luapan Sungai Sei Belutu akibat hujan lebat merendam 686 rumah, 60 hektare lahan sawit, dan 18 hektare tanaman ubi dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter.
BPBD setempat telah mendirikan dua posko darurat dan melaporkan banjir mulai surut pada Rabu (15/10).
Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur
Sementara itu, bencana hidrometeorologi kering berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur.
Baca Juga:
BNPB Rilis Data Bencana Terkini, Sejumlah Wilayah Terdampak Hidrometeorologi
Seluas dua hektare lahan di Situbondo dan tujuh hektare lahan tebu di Mojokerto terbakar. Tim gabungan BPBD berhasil memadamkan api dan kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Langkah kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memelihara drainase, memangkas pohon rimbun, serta membasahi lahan kering yang rawan karhutla. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dan melaporkan kejadian bencana kepada BPBD atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” demikian pernyataan resmi dari BNPB.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.