faktakalbar

Ledakan Masjid SMAN 72: Polisi Temukan Senjata Rakitan Bertuliskan 'Brenton Tarrant'

Penulis: Redaksi Saturday, 08 November 2025 📖 1 menit
Ledakan Masjid SMAN 72: Polisi Temukan Senjata Rakitan Bertuliskan 'Brenton Tarrant'
Faktakalbar.id, JAKARTA - Ledakan yang mengguncang salah satu masjid di SMAN 72 , kawasan Komplek TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kini memasuki tahap penyelidikan mendalam. Polisi mengonfirmasi temuan dua senjata rakitan di lokasi kejadian, Jumat (7/11/25). Baca Juga:   Ledakan Sound System Masjid SMAN 72 Saat Sholat Jumat, 20 Orang Terluka Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengatakan dua benda menyerupai senjata itu ditemukan di dekat dua korban ledakan. “Pokoknya menyerupai, kita belum bisa pastikan apakah itu senpi, atau senjata rakitan belum tahu,” ujar Budi dalam keterangan resminya yang dilansir pada Jumat, 7 November 2025. “Ini ditemukan di dekat dua korban itu,” lanjutnya. Kedua korban ledakan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Polisi menduga keduanya merupakan pelajar. “Korban diduga anak sekolah,” imbuh Budi. Dalam dua senjata rakitan yang ditemukan, terdapat beberapa tulisan berbahasa Inggris, antara lain “ Welcome to Hell” , “ For Agartha ”, serta dua nama yang dikenal publik internasional, yakni “ Brenton Tarrant ” dan “ Alexandre Bissonnette .” Tulisan “ For Agartha ” diduga mengacu pada mitos dunia bawah tanah legendaris yang sering diasosiasikan dengan teori konspirasi ekstrem. Sementara Brenton Tarrant merupakan pelaku penembakan massal di dua masjid di Christchurch , Selandia Baru pada 2019, dan Alexandre Bissonnette adalah pelaku penembakan masjid di Kota Quebec , Kanada, pada 2017. Tulisan-tulisan ini kini menjadi fokus penyelidikan karena dianggap bisa mengindikasikan inspirasi atau pola pikir tertentu di balik peristiwa ledakan tersebut. Baca Juga:   Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading Saat Salat Jumat, 8 Orang Terluka Polisi belum memastikan hubungan antara temuan senjata rakitan dan penyebab ledakan. Tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sementara unit penjinak bom (Jibom) dan laboratorium forensik turut dikerahkan. “Kita dalami dulu semua temuan di lapangan. Tim labfor sedang bekerja untuk memastikan jenis bahan, mekanisme ledakan, dan keterkaitannya dengan barang bukti di lokasi,” jelas Budi. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK