faktakalbar

Lima Hektare Lahan di Parapat Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Penulis: Redaksi Tuesday, 27 January 2026 📖 1 menit
Lima Hektare Lahan di Parapat Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
Faktakalbar.id, SIMALUNGUN – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) melanda kawasan wisata Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Insiden ini terjadi pada Senin (26/1) dan menghanguskan area seluas lima hektare. Baca Juga: Api Lahap 14 Hektare Lahan di Ketapang, BNPB Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laporannya menyebutkan bahwa api dengan cepat menjalar di area vegetasi tersebut. Kondisi ini memaksa tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, TNI, Polri, serta aparat setempat bekerja keras untuk mengendalikan situasi agar tidak meluas ke area permukiman atau fasilitas umum. Respons Cepat Tim Gabungan Upaya pemadaman dilakukan secara intensif sejak titik api pertama kali terdeteksi. Tim di lapangan tidak hanya fokus pada penyemprotan air, tetapi juga melakukan teknik pendinginan (mopping up) untuk memastikan bara api di lapisan bawah tanah benar-benar padam total. Berkat kesigapan personel di lapangan, si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan. BNPB mengonfirmasi bahwa api telah padam sepenuhnya pada sore hari di tanggal yang sama. “Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Simalungun bersama aparat setempat segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada sore hari,” bunyi laporan resmi penanganan bencana tersebut. Potensi Bencana Hidrometeorologi Meskipun kebakaran hutan dan lahan di Simalungun telah tertangani, kewaspadaan terhadap anomali cuaca tetap ditingkatkan. Selain ancaman api, sebagian wilayah Indonesia juga tengah menghadapi potensi cuaca ekstrem berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 27-29 Januari. Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi: Banjir dan Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Pemerintah terus memonitor situasi lapangan selama 24 jam. Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu titik api baru, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda asap di wilayah perbukitan sekitar Danau Toba tersebut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK