faktakalbar

Mantan Bos Google Sebut AI Bisa Jadi Alat Pembunuh Manusia

Penulis: Redaksi Tuesday, 14 October 2025 📖 1 menit
Mantan Bos Google Sebut AI Bisa Jadi Alat Pembunuh Manusia
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL - Mantan Chief Executive Officer (CEO) Google , Eric Schmidt , mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi bahaya kecerdasan buatan (AI), yang disebutnya bisa menjadi alat mematikan untuk membunuh manusia jika jatuh ke tangan yang salah. Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi teknologi Sifted Summit di London, Rabu (9/10/2025) lalu, Senin (13/10/2025). Baca Juga:   Nestle Ambil Sikap Tegas, Pecat CEO Laurent Freixe karena Skandal Asmara Kekhawatiran mendalam Schmidt ini muncul saat menanggapi pertanyaan apakah AI dapat menjadi ancaman yang lebih berbahaya daripada senjata nuklir. Menurutnya, saat sebuah model AI menjalani proses pelatihan, ia 'belajar banyak hal' yang sayangnya memiliki sisi gelap. Schmidt menegaskan bahwa ada bukti solid yang menunjukkan model AI, baik yang bersifat open-source maupun tertutup, dapat diretas untuk menghilangkan batasan keamanannya. Ia mencontohkan kasus DAN ( Do Anything Now ), sebuah versi modifikasi dari ChatGPT yang muncul pada 2023, di mana AI berhasil di- jailbreak untuk melanggar aturan keamanannya sendiri. Baca Juga:   Tips Cek Typo Otomatis di Google Docs dengan Fitur Pemeriksa Ejaan dan Tata Bahasa Meskipun memuji langkah perusahaan teknologi besar yang telah memasang batasan ketat pada AI mereka, Schmidt memperingatkan bahwa sistem tersebut tetap rentan. "Keputusan yang tepat. Semua melakukannya dengan baik, dan atas alasan yang tepat," puji Schmidt. Namun, ia menekankan selalu ada kemungkinan model AI tersebut direkayasa ulang ( reverse-engineered ) sehingga pembatas keamanannya bisa dilewati. Lebih lanjut, Schmidt menyoroti absennya mekanisme pencegahan penyebaran AI berbahaya ( non-proliferation regime ) di tingkat global. Menurutnya, ketiadaan regulasi ini membuka celah bagi kelompok teroris hingga negara-negara tertentu untuk menyalahgunakan teknologi canggih tersebut. Peringatan ini senada dengan apa yang pernah disampaikan oleh Elon Musk pada 2023, yang menyebut risiko AI menyerupai skenario film Terminator . "Risikonya bukan nol. Kemungkinan musnahnya umat manusia memang kecil, tapi tetap ada. Kita ingin peluang itu mendekati nol," kata Musk saat itu. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK