faktakalbar

Jatuh dari Kapal USS Iwo Jima, Marinir AS Tewas Saat Misi Operasi Southern Spear

Penulis: Redaksi Friday, 13 February 2026 📖 2 menit
Jatuh dari Kapal USS Iwo Jima, Marinir AS Tewas Saat Misi Operasi Southern Spear
Faktakalbar.id, WASHINGTON – Korps Marinir Amerika Serikat ( US Marine Corps ) mengumumkan kabar duka terkait tewasnya salah satu personel mereka yang jatuh dari kapal USS Iwo Jima (LHD-7) . Baca Juga:   Trump Ancam, Iran Menggeram, Sekutu Kabur Insiden tersebut terjadi saat satuan tugas tengah menjalankan misi Operation Southern Spear yang menyasar pemberantasan narkoba dan penegakan karantina terhadap kapal tanker sanksi di perairan Venezuela, Jumat (13/2/2026). Prajurit yang gugur diidentifikasi sebagai Lance Cpl. Chukwuemeka Oforah (21), seorang penembak infanteri ( infantry rifleman ) asal Florida. Oforah diketahui tergabung dalam Battalion Landing Team 3/6, 22nd Marine Expeditionary Unit (MEU) SOC. Menurut rilis resmi dari II Marine Expeditionary Force , Oforah jatuh ke laut pada tanggal 7 Februari. Pihak Marinir secara resmi menyatakannya meninggal dunia pada hari Selasa setelah upaya pencarian intensif selama 72 jam tidak membuahkan hasil. Komandan 22nd MEU (SOC), Kolonel Tom Trimble, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini. “Kami semua berduka bersama keluarga Oforah. Kehilangan Lance Cpl. Oforah sangat dirasakan di seluruh tim Angkatan Laut-Korps Marinir. Dia akan sangat dirindukan, dan pengabdiannya yang berdedikasi tidak akan terlupakan,” ujar Col. Trimble. Oforah merupakan anggota militer pertama yang kematiannya diumumkan secara publik dalam rangkaian Operation Southern Spear . Operasi ini merupakan upaya berkelanjutan AS untuk menindak kapal-kapal narkoba serta menegakkan karantina terhadap tanker yang keluar masuk Venezuela. Baca Juga:  Israel Jegal Turki Beli Jet Tempur F-35 Operasi pencarian besar-besaran sempat dilakukan dengan melibatkan lima kapal Angkatan Laut, satu perahu karet ( rigid-hull inflatable boat ), dan 10 pesawat udara dari Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Angkatan Udara. Armada udara yang dikerahkan meliputi dua helikopter MH-60 Sierra , dua MH-60 Romeo , satu AH-1Z Viper , satu UH-1Y Venom , satu pesawat P-8 Poseidon, dua HC-130J Combat King II, dan satu drone MQ-9 Reaper. Saat ini, Naval Safety Command dan Naval Surface Force Atlantic tengah melakukan penyelidikan menyeluruh terkait situasi jatuhnya marinir tersebut, dengan kerja sama penuh dari Iwo Jima Amphibious Ready Group dan 22nd MEU. Diketahui, Oforah mendaftar di Korps Marinir pada Oktober 2023 dan ditugaskan ke Batalyon 3, Resimen Marinir ke-6 setelah menyelesaikan sekolah infanteri. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK