faktakalbar

Mediasi Sengketa Lahan Ricuh, Anggota Ormas SABER Dikeroyok Massa di Kecamatan Bika

Penulis: Redaksi Monday, 15 December 2025 📖 2 menit
Mediasi Sengketa Lahan Ricuh, Anggota Ormas SABER Dikeroyok Massa di Kecamatan Bika
Faktakalbar.id, KAPUAS HULU – Kericuhan pecah di Gedung Serbaguna Kecamatan Bika , Kabupaten Kapuas Hulu , pada Minggu (14/12/2025). Insiden bentrokan tersebut melibatkan kelompok masyarakat Desa Bika dengan anggota Organisasi Masyarakat Satria Borneo Raya (Ormas SABER). Baca Juga: Tuntut Ganti Rugi Lahan Adat 606 Hektare, Warga Desa Bika Geruduk Kantor PT BIA di Kapuas Hulu Peristiwa bermula saat Ormas SABER hendak menggelar pertemuan mediasi bersama masyarakat dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat. Agenda pertemuan tersebut sedianya membahas solusi terkait permasalahan sengketa antara masyarakat Desa Bika dengan perusahaan sawit PT BIA. Ketua SABER Kapuas Hulu, Yohanes, menjelaskan bahwa situasi memanas sebelum rapat dimulai. Akibat kondisi yang tidak kondusif, pihaknya memutuskan untuk menunda dan membubarkan pertemuan. Namun, insiden kekerasan terjadi saat anggota ormas hendak meninggalkan lokasi. "Sebelum kita melakukan pertemuan tersebut, tiba-tiba orang-orang Anton mulai brutal sehingga kita pun sepakat pertemuan tersebut ditunda dan dibubarkan. Namun saat dibubarkannya pertemuan tersebut, ada salah satu anggota SABER atasnama Apung yang hendak pulang dikeroyok oleh orang-orang Anton," ungkap Yohanes, Senin (15/12). Yohanes menegaskan bahwa kehadirannya di sana didasari mandat untuk mencari solusi yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Daerah terkait konflik dengan PT BIA. Terkait insiden pengeroyokan yang menimpa anggotanya, Yohanes menyatakan telah menempuh jalur hukum. Korban dilaporkan mengalami luka cukup parah hingga sempat tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. "Jadi kemarin itu kondisi agak parah dan sempat pingsan juga. Kita berharap kepada polisi ada tindakan tegas terhadap pelaku kriminal seperti ini. Kita tetap berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara musyawarah," tegasnya. Di sisi lain, Koordinator Masyarakat Desa Bika, Antonius, memberikan klarifikasi mengenai pemicu keributan. Menurutnya, ketegangan bermula dari adanya undangan pertemuan yang diduga disebarkan secara diam-diam oleh pihak ormas tanpa persetujuan warga. Baca Juga: Dituding Rampas Tanah 606 Hektare, Warga Bika Geruduk Kantor PT BIA Tuntut Ganti Rugi Rp4,8 Miliar Antonius menilai pihak ormas telah mencatut nama masyarakat Desa Bika dalam agenda tersebut. Hal inilah yang memicu kemarahan warga di lokasi pertemuan. "Sementara masyarakat kami itu sebenarnya tidak mau namanya tercantum dalam undangan pertemuan tersebut. Jadi mereka Saber ini hanya mengatasnamakan masyarakat Bika saja," jelas Antonius. Selain itu, Antonius juga menyayangkan sikap Camat Bika yang memfasilitasi pertemuan tersebut pada hari Minggu atau di luar hari kerja resmi, yang menurutnya kurang tepat secara prosedur. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK