faktakalbar

Menhan Instruksikan TNI Siap Hadapi Perang Siber Berlarut

Penulis: Redaksi Thursday, 22 January 2026 📖 2 menit
Menhan Instruksikan TNI Siap Hadapi Perang Siber Berlarut
Faktalabar.id, NASIONAL - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menginstruksikan jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI a gar memperkuat kesiapan menghadapi perang berlarut. Dalam visi pertahanan terbaru tahun 2026, konsep perang ini mencakup ruang siber dan pertahanan psikologis guna menjaga kedaulatan NKRI. Menhan menegaskan bahwa seluruh jajaran pertahanan wajib memiliki kewaspadaan tinggi terhadap segala bentuk ancaman di ruang digital Indonesia. Strategi ini merespons pergeseran pola konflik global yang kini mengandalkan serangan asimetris dan disinformasi secara masif. Baca Juga:  Kemenhan Gelar Final Planning Conference AUMX ke-2 di Batam Bahas Kesiapan Latihan Instruksi tersebut muncul saat Menhan memaparkan konsep pertahanan defensif aktif dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Kemhan-TNI di Gedung Dewan Pertahanan Nasional (DPN), Jakarta, Senin (19/1/2026). “Sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan negara juga harus siap untuk melakukan berbagai langkah-langkah preventif dan preemtif, bahkan kita siap untuk perang berlarut di dalam mempertahankan kemerdekaan dan NKRI,” tegas Sjafrie Sjamsoeddin. TNI Perkuat Benteng Psikologis dan Digital Konsep perang berlarut modern menuntut TNI agar mampu menangkal serangan yang menyasar mental dan persepsi publik. Menhan Sjafrie mengingatkan supaya personel TNI tidak membiarkan ancaman masuk, baik secara fisik maupun psikologis, yang berisiko memecah belah persatuan bangsa. TNI saat ini mengintegrasikan kekuatan siber ke dalam sistem pertahanan rakyat semesta (Sishankamrata). Langkah ini memastikan infrastruktur digital nasional tetap berfungsi stabil meski menghadapi tekanan peretas asing atau kampanye hitam di media sosial. Rapim Kemhan dan TNI 2026 yang mengusung tema “Pengembangan Sistem Pertahanan Negara Menjaga dan Mengendalikan Kedaulatan NKRI” juga menjadi forum penyelarasan anggaran. Pemerintah mengarahkan alokasi dana pertahanan untuk memperkuat teknologi pengawasan serta melindungi data sensitif negara. Langkah Preventif Cegah Konflik Global Selain penguatan internal, Indonesia terus mempererat kerja sama internasional sebagai langkah pencegahan. Baru-baru ini, Indonesia dan Turki memperkuat kemitraan strategis dalam pertemuan 2+2 yang melibatkan sektor politik hingga industri pertahanan. Baca Juga:  Kemenhan-TNI Implementasikan Arahan Prabowo, Perkuat Ketahanan Pangan di Merauke Kolaborasi ini mencakup transfer teknologi alutsista canggih yang mendukung kemandirian pertahanan siber tanah air. Pemerintah memandang bahwa perang berlarut memerlukan ketahanan yang melampaui kekuatan militer konvensional. Sinergi antara teknologi militer mumpuni dengan kesadaran digital masyarakat menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks pada tahun 2026. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK