faktakalbar

Kaji Struktur Cukai Rokok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sinyalir Adanya Permainan Distribusi Pita Cukai

Penulis: Redaksi Friday, 19 September 2025 📖 1 menit
Kaji Struktur Cukai Rokok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Sinyalir Adanya Permainan Distribusi Pita Cukai
Faktakalbar.id, JAKARTA - Senin (15/09/2025) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji struktur dan mekanisme cukai rokok. Ia menyinggung potensi adanya permainan dalam distribusi pita cukai. Baca Juga:   Menkeu Purbaya: Gugatan Tutut Soeharto Sudah Dicabut, Kami Saling Kirim Salam "Nanti saya lihat lagi, saya belum menganalisis dengan dalam seperti apa sih cukai rokok itu, katanya ada yang main-main, di mana main-mainnya," kata Purbaya. Menurutnya, keputusan lebih lanjut mengenai penyesuaian porsi cukai akan menunggu hasil studi yang dilakukan oleh pemerintah. "Tergantung hasil studi dan analisis yang kita dapatkan dari lapangan," tegasnya. Beban pita cukai hingga saat ini masih menjadi komponen terbesar dalam laporan keuangan produsen rokok. Sebagai contoh, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat pengeluaran pita cukai sebesar Rp32,14 triliun per 30 Juni 2025, yang setara dengan 70,59% dari total beban pokok perusahaan. Angka ini turun 4,11% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Baca Juga:   Tutut Soeharto Gugat Menteri Keuangan, Anak Buah Purbaya Buka Suara Sementara itu, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) melaporkan beban pita cukai, PPN, dan pajak rokok sebesar Rp32,89 triliun pada semester I-2025. Jumlah ini menurun dari Rp38,18 triliun pada semester I-2024. Manajemen Gudang Garam sebelumnya sempat menegaskan bahwa tekanan cukai masih membebani kinerja keuangan. "Profitability kami itu masih rapuh. Kenaikan cukai yang sudah terjadi belum seluruhnya atau belum dapat terkompensasi oleh kenaikan harga yang proporsional," ujar Direktur GGRM Heru. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK