faktakalbar

Modus Loker Palsu Berujung Medan Perang: Putri Mantan Presiden Afrika Selatan Dipolisikan Saudara Sendiri

Penulis: Redaksi Saturday, 06 December 2025 📖 1 menit
Modus Loker Palsu Berujung Medan Perang: Putri Mantan Presiden Afrika Selatan Dipolisikan Saudara Sendiri
Faktakalbar.id, INTERNASIONAL  – Skandal besar mengguncang keluarga mantan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Putri tertuanya, Duduzile Zuma-Sambudla (43), dilaporkan ke polisi oleh saudara tirinya sendiri, Nkosazana Zuma-Mncube, atas dugaan keterlibatan dalam jaringan perdagangan manusia berkedok lowongan kerja. Kasus ini mencuat setelah 17 warga Afrika Selatan ditemukan terlantar dan terjebak di wilayah konflik Donbas, Ukraina. Mereka bukan bekerja sebagai tenaga keamanan profesional seperti yang dijanjikan, melainkan dipaksa menjadi tentara bayaran untuk pihak Rusia. Baca Juga:  Songsong KUHP Baru, Kajati Kalbar Perintahkan Kejari Segera Terapkan Pidana Kerja Sosial Kronologi Penipuan: Janji Manis Berakhir Tragis Para korban awalnya tergiur oleh iklan lowongan kerja yang menawarkan pelatihan keamanan profesional dengan gaji tinggi. Namun, sesampainya di Rusia, realitas mengerikan menanti mereka. Berdasarkan hasil investigasi pemerintah setempat, paspor para korban diduga dibakar dan ponsel mereka disita. Akses komunikasi diputus total sebelum mereka diterjunkan ke garis depan pertempuran Rusia-Ukraina. Nkosazana menuduh Duduzile berperan aktif dalam memikat para pria tersebut. Duduzile sendiri dikenal luas sebagai pendukung vokal Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalih Duduzile: "Saya Juga Korban" Menanggapi laporan tersebut, Duduzile membantah telah sengaja menjebak para korban. Dalam pembelaannya, ia mengklaim dirinya juga merupakan korban manipulasi seseorang bernama "Khoza". Ia mengaku percaya bahwa program tersebut adalah pelatihan paramiliter legal tanpa keterlibatan dalam perang aktif. Bahkan, Duduzile menyebut dirinya pernah mengikuti pelatihan tersebut selama satu bulan sebelum akhirnya merekomendasikan program itu kepada 22 orang, termasuk kerabatnya sendiri. Fenomena "Serangan Daging" Kasus ini membuka tabir gelap praktik perekrutan warga Afrika untuk menutupi kekurangan personel militer Rusia. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengungkapkan bahwa ribuan warga dari berbagai negara Afrika telah direkrut. Mereka sering kali ditempatkan dalam strategi "serangan daging" ( meat assault ), sebuah istilah militer untuk gelombang serangan infanteri yang berisiko kematian sangat tinggi, demi memecah pertahanan lawan tanpa mempedulikan jumlah korban jiwa. Saat ini, otoritas Afrika Selatan tengah menyelidiki kasus ini dengan dugaan tindak pidana perdagangan manusia, penipuan, dan eksploitasi tenaga kerja. Baca Juga:  Tembus Level Global, 13 Prodi Untan Kantongi Akreditasi Internasional ACQUIN (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK