faktakalbar

Hindari Burnout: CEO Instagram Adam Mosseri Sarankan Kreator Tidak Terjebak Tuntutan Posting Setiap Hari

Penulis: Dimas Wednesday, 04 February 2026 📖 2 menit
Hindari Burnout: CEO Instagram Adam Mosseri Sarankan Kreator Tidak Terjebak Tuntutan Posting Setiap Hari
Faktakalbar.id, TEKNO – Tekanan untuk terus mengunggah konten di media sosial seringkali memicu kelelahan mental atau burnout . Menanggapi fenomena ini, CEO Instagram Adam Mosseri memberikan nasihat penting bagi para kreator agar tidak terjebak pada ambisi jadwal posting yang dianggap "optimal" namun merusak kesehatan mental. Baca Juga: Lelah Bekerja atau Kuliah? Ini 5 Kebahagiaan Sederhana dari ‘Scroll’ Media Sosial Melalui saluran siaran ( broadcast channel ) pribadinya, Mosseri menekankan bahwa kunci sukses di platform tersebut bukanlah frekuensi unggahan yang tinggi secara instan, melainkan konsistensi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang. "Jadwal posting yang optimal adalah jadwal yang benar-benar dapat Anda pertahankan tanpa kelelahan. Jika posting setiap hari membuat Anda stres, jangan lakukan itu," tulis Mosseri, Rabu (4/2/2026). Konsistensi Jauh Lebih Penting dari Intensitas Mosseri menyarankan kreator untuk memilih frekuensi yang realistis dan sesuai dengan kapasitas masing-masing. Ia menilai memaksakan diri mengunggah konten setiap hari hanya akan berisiko membuat kreator stres dan akhirnya berhenti berkarya sama sekali. "Saya lebih suka Anda posting dua kali seminggu selama dua tahun daripada setiap hari selama dua bulan lalu berhenti," tegasnya. Ia mendorong para kreator untuk menemukan titik temu antara jenis konten yang mereka sukai dan format yang terbukti efektif di Instagram . Dengan menyukai apa yang dibuat, proses berkarya akan terasa lebih ringan dan berkelanjutan. Baca Juga: Jebakan Perbandingan: 4 Alasan Psikologis Media Sosial Menguras Kebahagiaan Anda Berapa Frekuensi yang Ideal Menurut Data? Meskipun kesehatan mental menjadi prioritas utama, terdapat riset mengenai rentang unggahan yang dianggap efektif untuk menjaga interaksi ( engagement ) tanpa mengganggu kenyamanan audiens. Berdasarkan data dari Hopperhq , berikut adalah panduan frekuensi posting yang dinilai aman: Feed Instagram : 1–2 kali per hari. Ini dianggap cukup untuk menjaga jangkauan tanpa terlihat seperti spam. Reels: 1 kali per hari atau 3–5 kali per minggu untuk efektivitas maksimal. Instagram Stories: 3–7 unggahan per hari guna menjaga interaksi harian tetap aktif tanpa membuat audiens merasa jenuh. Pada akhirnya, saran dari Mosseri mengingatkan bahwa kualitas konten dan kesehatan mental kreator adalah modal utama untuk tetap relevan di industri digital yang sangat kompetitif ini. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK